Sunday, December 26, 2010

"Copas" (Copy-Paste) Aset Copyright

Tayangan Kartun World Intellectual Property Organisation (WIPO) tentang Hak Kekayaan Intelektual (HKI)



Kadangkala kita tetap membutuhkan para perintis hebat untuk mempertontonkan berbagai ketidakpatutan serius di dalam masyarakat, terutama dalam pelbagai kebiasaan salah yang sudah dianggap luas sebagai hal lumrah. Contoh para pelopor itu adalah Menar Rizzie dan Maria Tambunan, keduanya mahasiswi Universitas Indonesia (UI), yang mengangkat isu menjiplak "copy-paste", populer disingkat sebagai "copas".

Beberapa pembaca artikel kedua perintis di situs tekno.kompas.com menyindir semangat mereka, mengolok-olok dengan bersembunyi dalam identitas anonim alias tak bisa dilacak. Patut disayangkan, karena liputan itu menyiratkan jerih-payah Rizzie dan Tambunan untuk mengurangi kebiasaan bertindak curang.

World Intellectual Property Organisation (WIPO) tentu akan mengacungkan jempol bagi upaya para mahasiswi bernyali tadi. WIPO sendiri mengupayakan mendidik masyarakat dunia tentang pentingnya Hak Kekayaan Intelektual (HKI) termasuk untuk memperhatikan cara terpuji dalam meng-copy sesuatu.

Misalnya lewat video animasi "Copyright", yang WIPO sebarluaskan lewat jaringan Youtube. Tayangan animasi ini menjelaskan bahwa copyright tak lain adalah hak ekslusif seorang pencipta musik atau penulis untuk mengelola, termasuk mencegah orang lain meng-copy hasil karyanya.

Kita barangkali akan lebih mudah menangkap makna kata "hak cipta" dalam Bahasa Inggris (yaitu "copyright"), yang menggunakan kata "copy" untuk menjelaskan kewenangan seseorang membatasi orang lain untuk menyalin hasil kerjanya. Copas dengan sembrono berarti membunuh daya cipta dan merendahkan jerih payah pencipta, bahkan mencuri hak milik orang lain mencari nafkah lewat karya ciptanya.

Bagi para peneliti -- juga untuk seniman dan kaum kreatif -- kepemilikan hak cipta lewat tulisan ilmiah  atau karya unik adalah jalan membangun reputasi dan mengapresiasi sumbangsih profesional lain lewat ciptaannya. Suatu kegiatan intelektual harus menjunjung nilai hak cipta paling tidak dengan selalu menyebutkan referensi yang jelas atas ide-ide penting di dalam suatu karya ilmiah.

Tidak hanya bagi kalangan khusus, aset copyright bisa dibangun dan dimiliki oleh tiap warga negara. Setiap orang Indonesia secara pribadi maupun kelompok bisa menciptakan dan memiliki hak ekslusif mengelola hasil karyanya.

WIPO menerangkan bahwa hak cipta dapat diperdagangkan, layaknya komoditas barang. Hampir seperti layaknya kepemilikan barang, undang-undang kita mengatur bahwa hak cipta dapat diwariskan.

Kekayaan ciptaan budaya budaya tradisional secara hukum adalah milik negara, dan undang-undang juga mengatur agar semua warga negara bisa mengelola produk budaya nasional. Ini artinya, pihak asing tak bisa meng-copas aset budaya nasional dan mengeksploitasinya secara sembarangan.

Masih ingat betapa geramnya kita waktu hak cipta budaya dicuri negara tetangga? Jadi, pikir dua kali kalau mau meng-copas, jangan sampai Anda mencuri aset orang lain. :?)


Amir F. Manurung
(Australian Leadership Awards Fellow, QUT - Brisbane, Australia, untuk komersialisasi inovasi/HKI)



Iklan Layanan Kesadaran Hak Cipta di Australia

Iklan kocak ini menyebutkan bahwa 30% warga Australia secara tak sadar telah melanggar hak cipta  dan mengajak semua warga Negeri Kangguru berhati-hati untuk menghindari tindak pembajakan.






Sunday, November 21, 2010

Hak Cipta "Brady Bunch" Bukan Milik Penciptanya

Video Pembuka, "The Brady Bunch"



Masih ingat kasus royalti minim yang diterima oleh almarhum Mbah Surip? Di Amerika, penulis "the Brady Bunch" punya masalah pengelolaan hak cipta serupa.

The "Brady Bunch" pernah disiarkan di beberapa stasiun televisi swasta Indonesia. Sitkom keluarga harmonis tentang keluarga Brady ini sangat terkenal hingga di tanah air, seluruhnya berkat modal imajinasi cerita yang mendetail dan mendalam.

Tentu saja acara ini menghasilkan banyak uang, paling tidak karena dari penjualan lisensi siaran di seluruh dunia. Dalam suatu wawancara dengan Barry Williams, salah seorang aktor pemainnya, ia menyatakan masing-masing dari 119 episode serial "the Brady Bunch" disiarkan lebih dari 160 ribu kali(!), dihitung selama 35 tahun sejak kemunculannya.

Kesinambungan minat publik terhadap "the Brady Bunch" tentu menghasilkan keuntungan besar, yang konon nilainya sudah mendekati 10 triliun rupiah. Setelah puluhan tahun mendaur laba, terungkap yang meraup keuntungan paling besar ternyata bukanlah para pencipta siktom ini.



Rekaman Wawancara
dengan Lloyd J. Schwartz,
pencipta "The Brady Bunch"
tentang buku karangannya,
"Brady Brady Brady"
Adalah Lloyd J. Schwartz, yang turut membantu ayahnya Sherwood Schwartz, menciptakan karya fiksi komedi kesohor ini. Lloyd dan ayahnya menulis buku "Brady Brady Brady" untuk menceritakan hal-hal gelap di balik seluruh waktu tayangan manis "the Brady Bunch".

Lloyd Schwartz mengaku tak puas dengan acara itu, meskipun menyatakan tetap bangga dengan seluruh jerih-payah yang sudah pernah ia kerahkan. Pasalnya sederhana: karena mereka tak memiliki hak cipta atas "the Brady Bunch".

Ayah-anak Schwartz mengakui bahwa mereka telah menyerahkan seluruh hak cipta ke American Broadcasting Company (ABC), jaringan televisi yang membiayai produksi "the Brady Bunch". Menurut Lloyd Schwartz, ABC mengerahkan modal sebanyak US$ 14 juta, untuk membuat film seri tersebut -- belum terhitung biaya iklan, humas, siaran, distribusi, dan lain sebagainya.

Karena memiliki hak cipta, pihak ABC bebas untuk mengembangkan kreativitas untuk memanfaatkan nama tenar "the Brady Bunch". Setelah masa tayang film seri ini usai, masih banyak acara lain yang dibuat dengan topangan nama besar "the Brady Bunch", contohnya serial "Kelly's Kids" yang menceritakan tentang tetangga keluarga Brady.

ABC tak menggunakan 'jasa' ayah-anak Schwartz saat memproduksi pelbagai tayangan turunan "the Brady Bunch", karena mereka memiliki hak cipta atas tayangan tersebut. "The Brady Brides", misalnya, menggunakan tenaga penulis cerita lain. Bahkan Lloyd Schwartz mengaku bahwa ia pertamakali mengetahui kemunculan acara "the Brady Bunch Variety Hour" dari tabloid, bukan dari ABC.

Seorang penulis atau produsen media kreatif memang harus jeli melihat hasil kerjanya sendiri. Bila memanfaatkan bantuan penerbit atau perusahaan produksi, mereka harus jeli melihat isi kontrak dalam mengelola hak cipta karya mereka secara jangka panjang.

Karir menulis Lloyd J. Schwartz memang lebih fleksibel, kelanjutannya tak selalu tergantung dari "the Brady Bunch". Ia antara lain berhasil ikut menulis "the A-Team", dan "Baywatch", keduanya sangat terkenal di tanah air.

ABC atau lembaga publikasi/penerbit lain tentu tidak sekedar ingin membohongi para tenaga kreatif, karena merekalah yang membuat perusahaan-perusahaan ini menjadi besar. Perusahaan-perusahaan ini semata butuh melindungi aset HKI-nya supaya bisa membiayai seluruh rantai kegiatan produksi yang panjang dan mendiversifikasi produk kerjanya.

Sekarang sudah menjadi pekerjaan rumah bagi setiap penulis, fotografer, atau kalangan industri kreatif untuk belajar bisa melihat bagaimana mitra publikasi akan mengeksploitasi hak kekayaan intelektual mereka kelak. Kalau keberatan dengan syarat pengelolaan hak cipta yang diajukan oleh industri publikasi, tentu mereka bisa berpikir untuk mengusahakan aset HKI-nya secara mandiri.

Mau kaya lewat kreativitas? Ya, harus mau membangun strategi HKI.

[Baca: "Prof. McKaskill: Keunggulan Kompetitif Lewat Hak Kekayaan Intelektual"]. :?)






Saturday, November 6, 2010

"Thankyou Water", Merek Dagang Amal Remaja

Screenshot - situs Perusahaan Thankyou Water (http://www.thankyouwater.org/)
Klik foto untuk melihat situs Thankyou Water



Liputan "Thankyou Water"
di acara Sunrise On Seven, Australia
(September 2010).

Para remaja pendiri "Thankyou Water"
sama sekali tak mengambil keuntungan
dari penjualan air kemasan ini.
Ketika wartawan bertanya apakah Daniel Flynn pernah bermimpi bahwa hasil kerjanya sampai menyentuh jutaan orang, ia menjawab, "ya". Impian Flynn bukan perkara sembarangan, ia ingin mengajak warga Australia ikut membantu masyarakat di berbagai negara berkembang memiliki sumber air minum bersih.

Daniel Flynn bersama keempat rekannya Morgan Ranieri, Justine Hart, Jarryd Burns, dan Nicolette Beets mendirikan Thankyou Water, perusahaan air kemasan, yang 100% keuntungannya diberikan untuk membantu masyarakat di negara berkembang memiliki sumber air higienis. Sekawanan itu masih berusia remaja, dan tinggal di wilayah Victoria, Australia.

Pemerintah Australia terkenal dalam upaya memberikan yang terbaik demi seluruh masyarakat bebas dari masalah air higienis, hingga air ledeng (tap water) di sana bisa langsung diminum. Meskipun warga senantiasa turut mengawasi kualitas air ledeng, namun permintaan air kemasan di Australia tetap tinggi -- misalnya untuk keperluan restoran atau konsumsi lainnya.

Awalnya, kelima sekawan itu samasekali tak tahu bagaimana bisnis air kemasan bekerja. Kemudian mereka mencari banyak mentor bisnis, dan bertanya kepada banyak tokoh yang telah berhasil berkecimpung di industri air premium.

Setelah cukup punya pengetahuan,  dengan dukungan penasihat bisnis Bentleys Australia, kelima remaja ini pun mulai mendatangi langsung industri-industri besar air kemasan setempat. Tujuannya, mendapatkan donasi air botolan yang bisa dijual kembali.

Pentingnya Merek

Perhatikan, bila suatu botol air
tak diberikan merek
"Thankyou Water", maka ia tak
memiliki makna apapun.

(Kredit foto: kanan Todd Morris,
kiri Sunny Phlong)
Air botolan ini kemudian diberi merek "Thankyou Water". Merek ini memberi tanda kenal bagi masyarakat bahwa air kemasan tersebut dijual untuk keperluan amal dan menyebarkan pesan kemanusiaan.

Ada belasan perusahaan turut membantu membesarkan merek Thankyou Water. Mulai dari urusan desain dan percetakkan, pembuatan situs internet, distribusi, suplai botol daur ulang, sampai ke masalah pengisian air itu sendiri, dan kepentingan lainnya.

Dari sisi penyediaan modal, boleh dibilang, para remaja Thankyou Water hanya memberikan sumbangan ide. Seluruh semangat dan konsep ide kemanusiaan terekam dalam citra merek "Thankyou Water".

Banyak orang tak mengerti pentingnya merek. Padahal, tanpa merek Thankyou Water, konsumen akan lebih memilih berbagai produk air kemasan ternama yang saling bersaing menawarkan macam-macam keunggulan masing-masing.

Di Indonesia, suatu merek dagang dapat dilindungi negara, tepatnya melalui Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (Dirjen HKI). Setiap orang dapat mendaftarkan merek dagangnya, untuk mencegah pihak lain mencuri dan merusak citra produksi miliknya.

Dirjen HKI mengelola lebih dari 32 ribu permohonan pendaftaran baru bermacam merek, sepanjang Januari hingga Agustus 2010. Bila disetujui, Dirjen HKI akan mengumumkan merek tersebut sebagai milik eksklusif suatu badan usaha, yang tak dapat dipergunakan pihak lain.

Dengan memperhatikan cara mengelola merek, para pengusaha bisa mengelola reputasi dan ide produksinya. Dan belajar dari kelima remaja pengelola Thankyou Water ini, kita bisa tahu bahwa bahkan pengusaha yang berorientasi amal pun bisa mendapat kepercayaan dari mitra bisnis dan masyarakat luas.

Sudahkan Anda mengelola merek dagang Anda?





Thankyou Water Dari Stephen Johnson.

Wawancara dengan Daniel Flynn (tengah), Jarryd Burns (kanan), pendiri Thankyou Water

Kedua pendiri Thankyou Water ini bermimpi bisa membantu warga dua anak di seluruh dunia yang kehidupannya terancam karena tak memiliki akses ke air bersih. Demi mengetahui bahwa setiap tahunnya warga Australia menghabiskan sekitar Rp. 5 trilliun pertahun untuk membeli air kemasan, mereka melihat kesempatan menggunakan tingginya permintaan bagi komoditas tersebut dalam suatu sistem amal.

Flynn dan Burns bersama teman-temannya menciptakan bisnis nirlaba, menjual air kemasan bermerek Thankyou Water. Air "Thankyou Water" kini sudah dijual di ratusan gerai makanan di seluruh Australia, yang seluruh keuntungannya dikerahkan untuk membantu pembangunan infrastruktur air bersih di negara berkembang.

Merek ciptaan Flynn, Burns, dan kawan-kawan telah menggerakkan industri air botol turut membantu masyarakat bisa beramal.


:?)





Sunday, October 31, 2010

Science Park, Area Bisnis Inovasi Profesional

Science Park: Menyediakan sarana dan prasana untuk mengembangkan inovasi iptek



Atas:
Rekaman Suasana Zhongguancun,
Distrik Inovasi Beijing China
(2009)


Bawah:
CC, Zhongguancun
Distrik Inovasi Beijing China
(Klik foto untuk melihat tentang
Zhongguancun di Wikipedia)
Dr. I Wibowo Wibisono, pernah menulis di Kompas bahwa ilmuwan China yang telah meninggalkan negeri leluhur, mau menetap kembali di negara asalnya. Ini karena pemerintah China giat membangun science park.

Sejak meretas image negara yang serba tertutup, China memang sangat berambisi menguasai inovasi iptek. Mau bukti? Lihat saja distrik inovasi Zhongguancun yang luas di Beijing, daerah padat yang dalam 20 tahun disulap jadi teratur dan modern sehingga sekarang kerap disebut "China's Silicon Valley".

Namun, kita masih menyisakan pertanyaan apa yang Dr. I Wibowo Wibisono tadi maksudkan sebagai science park?

Dari Wikipedia, kita tahu bahwa sekumpulan science park akan membentuk suatu distrik bisnis inovasi, macam Zhongguancun tadi. Sedangkan makna science park sendiri sederhana saja: area yang menampung kegiatan riset untuk keperluan bisnis inovasi untuk melahirkan pelbagai produk baru.

Science park sangat jamak ditemui di manca negara. IASP, asosiasi science park sedunia memiliki anggota dari 70 negara dari enam benua, yang berkelompok mengerjakan lebih dari 35 bidang iptek, termasuk kelompok ilmu sosial.

Meleburkan litbang iptek dan bisnis, keberadaan science park jadi tanda bahwa masyarakat bisnis setempat punya kemampuan manajemen canggih. Pengelolanya, terutama harus mampu mengayomi agar usaha kecil dan menengah (UKM) bisa mengelola urusan bisnis-keuangan, hukum dan hak kekayaan intelektual, jasa, hingga masalah politik, dan lain sebagainya.

Hsinchu Science Park, Taiwan
Pusat inovasi
semikondutor kelas dunia,
telekomunikasi, bioteknologi,
dan optoelektronika
Volume bisnis science park memang bisa luar biasa besar. Sebut saja tiga science parks di Taiwan -- Hsinchu Science Park (lahir pada 1980), Central Taiwan Science Park (beroperasi 2006), dan Southern Taiwan Science Park (berdiri 1995). Tiga science parks tersebut baru saja mengumumkan berhasil mencetak keuntungan kombinasi sebesar lebih dari Rp. 582 triliun pada jangka Januari hingga Agustus 2010.

Ketiga science parks Taiwan tersebut membina 741 UKM, dan memperkejakan total 215,000 pegawai, menunjukkan besarnya manfaat grup ini bagi proses pembukaan lapangan kerja. IASP sendiri memperhitungkan bahwa lebih dari tiga perempat science park di dunia saat ini masih terus berkembang.

Keseriusan gaya manajemen berkesinambungan science parks yang akan menghasilkan lapangan kerja baru juga menginspirasi pemerintah Botswana di belahan Selatan benua Afrika. Menghadapi resesi ekonomi, pemerintah Botswana justru memperjuangkan untuk membangun science park senilai Rp. 599 milyar di lahan seluas 57 HA.

Pemerintah Botswana menargetkan bahwa modal negara tersebut akan memberikan dampak langsung membuka 4000 lapangan kerja baru dan mencetak lebih dari 100 perusahaan. Rencananya, mereka akan membiarkan swasta untuk menguasai secara penuh operasional science park kelak.

Thailand Science Park
Berfasilitas seperti sentra bisnis
Efek meningkatkan diversifikasi lapangan kerja, memperbanyak jenis sektor industri, dan menambah vitalitas ekonomi adalah yang menyebabkan science park menjadi ide favorit para pengambil keputusan mancanegara. Di kota Durham, Inggris, tokoh masyarakat setempat belum lama ini menyerukan agar mereka memperbanyak science park demi menghindarkan diri dari kenyataan pahit akhirnya ilmuwan lokal lebih menyukai bekerja di luar negeri daripada di negara sendiri, persis seperti hasil pengamatan Dr. I Wibowo Wibisono di atas.

Tentu kita tak bisa menganggap bahwa para manajer science park hanya akan membangun infrastruktur laboratorium atau sekedar sarana khas litbang. Karena suatu science park memiliki tujuan bisnis, maka area tersebut sangat lumrah untuk memiliki prasarana premium, seperti bank, area rekreasi dan olahraga, kantin, atau sarana fungsional lainnya yang mendukung atmosfir persaingan internasional.

Indonesia memiliki beberapa science parks. Kompleks paling luas adalah Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek), Serpong. Dua perguruan tinggi besar, Universitas Riau dan Universitas Indonesia, juga memiliki science park.

Science park bukan barang baru, bahkan sudah dikenal dunia sejak tahun 1950-an sebagai inovasi pembangunan untuk menjadikan inovasi iptek memiliki kadar ekonomik nyata. Di Filipina, kalangan swasta asing dan nasional membangun Science Park of the Philippines, Inc. (SPPI), yang areanya merupakan bagian zona ekonomi khusus di sana.

Jika merasa bekerja di suatu lembaga bonafide, bagaimana jika perusahaan Anda membangun suatu unit science park? Ingat, suatu perusahaan Indonesia yang tak terlibat kegiatan riset adalah tanda ia tak bisa dipercaya mampu bersaing di era modern.

:?)




Thursday, October 28, 2010

Prof. McKaskill: Keunggulan Kompetitif Lewat Hak Kekayaan Intelektual

Prof. Tom McKaskill Ahli Pengembangan Perusahaan Baru
Guru Besar Australian Graduate School of Entrepreneurship (AGSE),
Universitas Swinburne, Melbourne, Australia
 



Perusahaan pemula atau start up,  banyak yang mengindamkan untuk tumbuh berkembang menjadi raksaksa. Tak sedikit pula yang mengindamkan nantinya akan diakuisisi oleh perusahaan besar, sehingga kelangsungan hidupnya lebih terjamin.

Di dalam video di atas, Prof. McKaskill menjelaskan mengapa hak kekayaan intelektual (HKI) merupakan hal penting untuk bisa mampu menjadi kompetitif. Para pelaku bisnis pemula, bisa belajar bagaimana perusahaan besar mengganggap aset HKI sebagai modal memenangkan kompetisi.

Begini kurang-lebih yang ia katakan:

    "Saat mencari suatu nilai jual yang kompetitif, maka Anda bisa bahwa melihat HKI sebagai bagian yang hampir paling mendasar. Seluruh konsep pada suatu nilai strategis pada dasarnya adalah mendapatkan suatu aset atau potensi kemampuan yang nilainya bisa membesar atau melipatganda. 
    Sebuah perusahaan besar akan tertarik untuk membeli sebuah bisnis, dan menganggapnya sebagai transaksi strategis semata karena melihat sesuatu yang mereka butuhkan untuk melindungi suatu nilai pendapatan besar. Atau, perusahaan ini melihatnya sebagai langkah membangun kesempatan baru dalam menghasilkan aliran keuntungan baru.
    Bila kita mengamati kejadian-kejadian saat perusahaan besar membeli suatu bisnis secara lebih dekat, maka hampir bisa dipastikan bahwa hal tersebut terjadi terkait dengan HKI. Yaitu, karena kepemilikan HKI adalah yang paling mudah dilindungi dalam suatu waktu tertentu. 
    Baik itu berupa paten, hak cipta, merek dagang, nama produk, atau suatu karya keahlian tertentu. Yang akan Anda temukan adalah sang pemilik baru kelak dapat mengelolanya di dalam suatu waktu tertentu, dua hingga lima tahun, tanpa mengalami pengurangan nilai khusunya karena persaingan. 
    Jadi, bila berpikir tentang suatu nilai jual strategis, maka kita melihatnya sebagai "sesuatu yang bisa diproteksi". Yang tak bisa dikopi, tidak dapat dengan mudah dibangun atau dirakit kembali, atau tiada tersedia di pasaran. 
    Kita menginginkan sesuatu yang dapat memberikan pemilik baru keuntungan kompetitif secara terus-menerus dalam suatu waktu tertentu. Seperti yang saya sebutkan tadi, sampai hingga sekitar dua sampai lima tahun.
    Segala sesuatu yang paling mudah untuk dilindungi, sehingga bisa memberikan daya kompetitif secara unik, hampir seluruhnya memiliki dasar HKI. 
    Jadi, apakah berbentuk paten, hak cipta, nama produk, atau merek dagang, ide, atau keahlian mendalam -- sesuatu yang bisa kita berikan ke suatu perusahaan besar dan memberikan dampak menghasilkan keuntungan kompetitif tertentu, pada rentang waktu tertentu pula.
    Sudah jadi hal wajar bagi suatu perusahaan besar untuk mengeksploitasi HKI tersebut dalam skala lebih besar, sehingga akhirnya bisa menganggapnya sebagai nilai strategis yang mereka miliki.
    Dan nilai strategis inilah yang bisa Anda tarik sebagai harga premium di dalam suatu kontrak."

:?)




Wednesday, October 27, 2010

Seni Fisika Sehari-Hari

Screenshot, Fisika Sehari-hari karya Christoph Niemann
(Klik gambar untuk melihat situsnya)



Christopher Newmann, adalah seorang ilustrator, seniman grafis. Di dalam blog-nya, ia menampilkan rangkaian ilustrasi mengenai fisika bagi kehidupan sehari-hari pada artikel "Unpopular Science".

Lewat kacamata artistik, Newmann menjelaskan ekspresi keseniannya tentang fisika bagi kehidupan sehari-hari. Kita perlu sedikit mengetahui Bahasa Inggris untuk memahami informasi yang ada di bawah setiap gambarnya.

Jika perlu, Anda bisa menggunakan Google Translator kala membaca tulisan Christopher Newmann. Lewat teks tulisannya, kita jadi bisa mengerti apa yang Newmann hendak maksudkan, misalnya:

    Untuk menggambarkan fenomena yang berbeda, fisikawan menggunakan berbagai satuan. 
    PASCAL, misalnya, mengukur tekanan pada suatu daerah tertentu. 
    COLOUMB mengukur aliran muatan listrik (yang bisa terjadi jika bidang tersebut merupakan karpet sintetik)
    DESIBEL mengukur intensitas masalah yang fisikawan temui kala tidak melepaskan sepatu.


Siapa bilang seniman tak bisa mendapat inspirasi dari fisika?




Saturday, October 16, 2010

Gaudeamus Igitur dalam Bahasa Indonesia


Universitas Indonesia memiliki kebiasaan di mana semua mahasiswa baru 
mempersembahkan lagu "Gaudeamus Igitur" dalam acara kelulusan para seniornya.





Mengiringi upacara wisuda, berbagai perguruan tinggi kita sering menyanyikan lagu Gaudeamus Igitur. Bila melihat arti lirik lagu tersebut dalam bahasa Indonesia, ternyata makna lagu Gaudeamus Igitur bisa mengejutkan buat banyak orang.

Semangat lagu ini ekstrim, sungguh-sungguh mengingatkan bahwa hidup semua orang akan berakhir, seringkali datangnya tiba-tiba dan tanpa suatu tanda. Kalaupun berhasil berhasil menjelang usia tua, hari-hari  seorang renta akan penuh dengan kesusahan.

Berani hidup, tak takut mati. Perhatikan, lagu ini mengungkapkan para akademisi menikmati kehidupan  dengan mengingat-ingat bahwa segala kenikmatan di dunia hanya sebentar saja adanya.

Ingin punya hati bijaksana? Ingat saja, suatu saat Tuhan memanggil kita. :?).






"Gaudeamus Igitur" - "Karena itu, Marilah Kita Bersukacita"






Gaudeamus igitur
Juvenes dum sumus.
Post jucundam juventutem
Post molestam senectutem
Nos habebit humus.

Karena itu, marilah kita bersukacita
Selama kita masih muda.
Setelah kesenangan masa masa muda
Setelah kesusahan masa tua
Tanah akan memiliki kita

Ubi sunt qui ante nos
In mundo fuere?
Vadite ad superos
Transite in inferos
Hos si vis videre.

Di manakah mereka yang ada sebelum kita
Apakah mereka ada di dunia?
Pergi ke langit
Menyeberang ke neraka
Jika engkau ingin melihat mereka.

Vita nostra brevis est
Brevi finietur.
Venit mors velociter
Rapit nos atrociter
Nemini parcetur.

Hidup kita singkat
Segera akan berakhir.
Kematian datang dengan cepat
Merenggut kita dengan kejam
Tidak seorangpun dapat diselamatkan.

Vivat academia!
Vivant professores!
Vivat membrum quodlibet;
Vivant membra quaelibet;
Semper sint in flore.

Hiduplah para akademisi!
Hiduplah para profesor!
Hiduplah semua pelajar;
Hiduplah semua persaudaraan;
Semoga mereka selalu jadi yang terbaik!

Vivant omnes virgines
Faciles, formosae.
Vivant et mulieres
Tenerae, amabiles,
Bonae, laboriosae.

Hiduplah semua gadis,
Santai [dan] indah!
Hiduplah juga para perempuan [matang],
Lembut, layak dicintai,
Penuh kebaikan, pekerja keras.

Vivat et respublica
et qui illam regit.
Vivat nostra civitas,
Maecenatum caritas
Quae nos hic protegit

Hidup negara
Dan mereka yang menjadi pemerintah!
Hidup kota kami
[Dan] dalam amal dari para penyumbang
yang melindungi kita di sini!

Pereat tristitia,
Pereant osores.
Pereat diabolus,
Quivis antiburschius
Atque irrisores.

Lenyaplah kesedihan!
Lenyaplah pembenci!
Biarkan setan binasa!
Dan juga para penentang persaudaraan
Dan pengejek mereka!





Fisikawan Rusia menyanyikan lagu Gaudeamus Igitur di Ruang Besar, Konservatorium Moskow (22 Juni 2007).







Wednesday, October 13, 2010

Mengajarkan Jiwa Indonesia Lewat Animasi


Animasi Senangs, Dibuat oleh Senangs di xtranormal.com





Otak manusia punya kemampuan luar biasa mengenali wajah manusia. Seperti diungkapkan baru-baru ini oleh ilmuwan sibernetika Institut Max Planck otak manusia bahkan merekam gerak-gerik wajah manusia lebih cepat dibanding teknologi pindai (scanner) paling canggih sekalipun.

Peneliti juga tahu bahwa kemampuan mengenali ekspresi wajah sangat penting, kelangsungan hidup kita bergantung daripadanya. Sedemikian pentingnya, sampai otak kita  sejak lahir mengembangkan kemampuan mencerna makna ekspresi wajah secara sangat kompleks

Itu sebabnya, sewaktu menonton suatu film drama atau laga, kita merasa apa yang kita saksikan adalah pengalaman rasa milik orang lain, bukan punya sendiri. Canggih dalam menilai gerak-gerik air muka justru membuat kita sulit menghindari pikiran bahwa segala kisah tayangan tak terpaut langsung dengan kita.

Berbeda dengan cerita animasi. Setiap tokoh di dalamnya dibuat punya bahasa tubuh seperti orang biasa, dan boleh dibilang selalu meminjam cuplikan ekspresi wajah manusia.

CC, Karakter Astro Boy
Bantu Jepang Lewati Luka
Masa Pasca Perang Dunia II
(Klik gambar untuk melihat
artikel terkait di Wikipedia)
Para peneliti paham kita bisa menangkap pancaran emosi universal wajah karakter tokoh animasi yang tak terlalu realistik jauh lebih mudah dibanding film biasa. Biarpun ras dan budaya punya pengaruh dalam cara kita berekspresi, namun raut muka tertentu bisa menunjukkan ciri-ciri emosi mendasar (sedih, marah, senang, dan lainnya).

Itulah sebabnya, nilai dan moralitas cerita animasi tak jarang jauh lebih mudah meresap dibanding film drama atau yang beraksi laga sekalipun. Keterbatasan manusia merekayasa ekspresi wajah manusia masih sudah lama jadi kekuatan film animasi untuk menyebarkan pesan moral kepada masyarakat.

Di Jepang misalnya. Masyarakat Jepang mengakui bahwa tokoh Astro Boy yang punya kekuatan atom pernah membesarkan hati para warga Jepang kala baru kalah di Perang Dunia II. Mereka dibuat yakin, mereka sanggup menguasai teknologi yang meluluhlantakkan Hiroshima dan Nagasaki, menjerumuskan Jepang dalam kesulitan besar-besaran.

Film animasi juga jadi sumber kritik. Kekerasan kemanusiaan di dalam puluhan film animasi (termasuk Bambi) pernah menjadi topik kritik Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Harvard, karena membiasakan anak dengan tingkah laku menyimpang.

CC, Animasi Rambut
Karya Universitas Cornell
(Klik gambar untuk melihat
videonya di Youtube)
Industri dan peneliti berbagai bidang memang bermimpi, suatu saat nanti animasi bisa betul-betul menggantikan kehadiran manusia dalam film. Tahu besarnya pengaruh animasi, industri pun berinvestasi besar-besaran pada litbang komputasi dan teknik pengambilan gambar animasi demi membesarkan daya nilai estika visualisasi realistik film jenis ini.

Seperti rambut manusia atau manusia, yang sudah makin terlihat lembut lemas dan indah bercahya. Bukan karena sampo baru, namun karena pengembangan teknologi animasi rambut oleh kelompok pengembang animasi di jurusan komputer Universitas Cornell sejak beberapa tahun lalu.

Industri animasi pun juga menjungkitkan ekonomi negara industri baru. Seperti di India. Mereka baru mengumumkan perhitungan bahwa negara ini yakin akan mengalami kenaikan nilai industri animasi lebih dari Rp. 15 triliun pada tahun 2012.

Animasi di Indonesia juga punya berkembang lewat lintas bidang, terhubung antara pengembang litbang dan pengusaha. Di Asosiasi Industri Animasi dan Konten Indonesia, para anggotanya punya berbagai bidang keahlian, yang bekerjasama untuk membuat, membangun, dan akhirnya menyuguhkan tayangan animasi bagi kita.

Sekarang kita bisa paham bahwa impian Peni Cameron, pengusaha animasi Indonesia, sebetulnya tak hanya luar biasa namun sangat masuk akal. Katanya, ia punya cita-citanya ingin membangun budaya lokal lewat animasi dan membuat Indonesia eksis di mata dunia.

Membuat animasi khas Indonesia, artinya mengajarkan dunia untuk mengerti jiwa kita.






Tuesday, October 12, 2010

Sumpah Presiden Soekarno






Semua orang Indonesia sepantasnya melihat video ini, rekaman yang memuat saat Ir. Soekarno mengangkat sumpah menjadi Presiden Republik Indonesia Serikat pada 17 Desember 1949 di Bangsal Sitinggil, Kompleks Keraton Yogyakarta.

Begini bunyi sumpahnya:


    "Saya bersumpah, bahwa saya sekuat tenaga akan menujukan kesejahteraan Republik Indonesia Serikat. Dan bahwa saya, akan melindungi dan mempertahankan kebebasan-kebebasan dan hak-hak, umum dan khusus, sekalian penduduk negara. Dengan setia, akan memenuhi segala kewajiban yang ditanggungkan kepada saya oleh jabatan Presiden Republik Indonesia Serikat. Sebagai sepantasnya, sebagai kepala negara yang baik."


Bunyi konstitusi Republik Indonesia Serikat bisa dibaca di sini, sangat menarik untuk disimak. Begini bunyi Pasal 10, yang memiliki jiwa sama dengan sumpah di atas:


    "Tiada seorang pun boleh diperbudak, diperulur atau diperhamba. Perbudakan, perdagangan-budak dan perhambaan dan segala perbuatan berupa apapun jang tudjuannja kepada itu, terlarang."


    Ternyata, generasi kakek nenek kita tak ingin ada keturunannya yang menjadi hamba, apalagi jadi pembantu di luar negeri. Bagaimana dengan kita sendiri sekarang? :?)





    Monday, October 11, 2010

    Buku: Asal Muasal Ide Bagus

    Ringkasan buku Steven Johnson: "Asal Muasal Ide Bagus: Sejarah Alami Inovasi" atau "Where Good Ideas Come From: The Natural History Of Innovation"

    Johnson menemukan bahwa dahulu kala orang menganggap bahwa ide-ide besar hanya lahir dari upaya segelintir orang jenius yang mampu berpikir hal-hal besar. Seiring waktu berjalan, orang mulai menemukan bahwa saat-saat santai adalah waktu yang tepat untuk saling berbincang, mengembangkan beberapa ide kecil menjadi besar.  Orang tak harus bergantung dari satu dua pribadi jenius saja.

    Dengan munculnya internet, ide-ide kecil makin banyak saling bergabung menghasilkan inovasi. Sehingga tantangannya sekarang adalah mencari cara untuk bisa mempercepat pertemuan ide-ide kecil untuk menghasilkan inovasi terbaik.





    Screenshot, laman situs
    Steven Johnson
    (Klik gambar untuk melihat
    situsnya)
    Nitya Anindita melakukan apa yang tak terlintas di pikiran kita duapuluh atau sepuluh tahun lalu. Ia mempublikasikan kisah pengalaman diri melakukan program bayi tabung lewat laman blognya.

    Seandainya Facebook tetap memilih untuk menjaga aturan privasinya yang bagai benteng di tahun 2005 lalu, barangkali ide Nitya bagi sebagian besar orang adalah luar biasa nekad. Saat itu Facebook masih meyakinkan bahwa mereka menjaga ketat semua informasi untuk akan beredar hanya sesuai keinginan para penggunanya.

    Itu jauh berbeda dengan aturan mereka sekarang. Facebook pun sekarang punya puluhan variasi pengaturan privasi yang fleksibel mengikuti kehendak pemilik akun

    Sadar tak tidak, orang sudah merubah cara pikir dalam menjaga rahasia wilayah pribadi. Apa yang Nitya lakukan, agaknya hanya sedikit di atas keberanian banyak orang dalam akun Facebook atau Twitter mereka, sewaktu membagi foto pernikahan, rencana harian, bahkan posisi diri dan segala macam pengalaman dari waktu ke waktu.

    Nampaknya, seirama jalur internet yang makin terbuka, orang menemukan rasa bahwa ternyata lebih menyenangkan sewaktu belajar dari pengalaman nyata dan pikiran orang lain. Para pembaca blog Nitya misalnya, bisa mendapat ide lebih cepat tentang bagaimana mendapatkan obat bagi pasien bayi tabung, tanpa harus mengalami atau susah payah mencari tahu sendiri.

    Definisi kita tentang hak privasi sudah semakin matang, orang bisa makin percaya diri dengan keterbukaan. Tak lagi setertutup masa lalu, kini kita tahu apa yang harus menjadi rahasia tetap wajib ditutup rapat dan jangan sekali-kali masuk dalam ruang publik.

    Sepertinya, semangat keterbukaan untuk saling belajar yang Nitya Anindita dan para pembacanya itulah yang hendak ditunjukkan dalam buku "Where Good Ideas Come From". Karya Steven Johnson, Anda bisa membaca essai si penulis tentang buku tersebut di sini.

    Menurut pengakuan Johnson, ia hendak mengangkat tema bagaimana orang mengembangkan ide dalam berbagai cara. Seperti tersirat dalam rekaman video di atas (yang merupakan animasi ringkasan isi bukunya), Johnson meneropong lebih dekat apa yang terjadi sewaktu orang menggabungkan informasi menjadi ide-ide nyata.

    Johnson menemukan ada yang menumbuhkan ide dalam waktu puluhan tahun, duduk sendiri menerawang, seperti Archimedes. Ada pula yang seperti Tim Berners-Lee, penemu jaringan internet dunia (world-wide-web), menjelajah idenya sendiri tanpa betul-betul tahu apa yang sebetulnya ia cari.

    Namun Steven Johnson menjanjikan untuk mengungkapkan bagaimana setiap orang bisa memanfaatkan derasnya aliran informasi untuk saling membangun ide. Menurut Steven Johnson, saat memiliki jaringan ide, kita akan memiliki peluang lebih baik untuk memiliki ide lebih baik

    Kita memang harus mencari cara untuk membuka diri dan mencari ide orang lain yang bisa melengkapi, memperbaiki, menginovasikan ide kita sendiri. Mumpung kita sudah kenal Facebook dan Twitter, yang membuat orang semakin berani membuka diri. :?)






    Sunday, October 10, 2010

    Riset Iklan Termenarik Bagi Otak

    Iklan Layanan Masyarakat dari India, Tentang Anti Rokok Produksi Ogilvy & Mather (India)
    Pesannya? Sang kakek tahu kalu si orang muda akan lebih cepat meninggal 
    karena merokok




    CC, Iklan Jepang
    Lucu, Tak Bisa Ditiru
    (Klik foto untuk
    menonton iklan
    itu di Youtube)
    Memproduksi tayangan iklan memang mahal. Iklan dengan bintang terkenal, ide cerita, gambar mantap, musik keren, semua bisa gagal mempengaruhi penonton agar percaya pada produk atau konsep pesan kemasyarakatan di dalamnya.

    Mencontek ide iklan bagus dari luar negeri yang sukses sekalipun tak bisa lantas jadi ide brilian. Iklan lucu dari Jepang yang sukses besar di dunia, akan sangat janggal bila mentah-mentah diterapkan di Indonesia. Pasalnya? Kita tak punya budaya dan selera humor sama.

    Ada pula produk yang gagal memperhatikan detil gambar. Contohnya di iklan makanan ini (hati-hati, Anda bisa kehilangan selera melihatnya), yang malah tercatat memancing cemooh masyarakat di forum diskusi dunia maya, biarpun publik Indonesia tetap berkeras mengakui kelezatan produk favorit nasional tersebut.

    Untuk meyakinkan tayangan iklan bakal menerima respon positif, para produser sekarang mulai menguji bagaimana suatu pesan video iklan mempengaruhi otak kita. Industri iklan bisa melakukan tes semacam ini sebelum pariwara tersebut dilempar ke pasar.

    Para ahli neurologi paham kalau otak manusia akan memberikan respon spesifik terhadap pesan sosial. Pasalnya, secara bawah sadar otak kita selalu waspada untuk mengupayakan diri selalu diterima masyarakat.

    Termasuk dari iklan, otak manusia tahu pentingnya menseleksi semua pesan yang membuat mereka bisa punya eksistensi. Jika kita terisolasi karena ogah beradaptasi, pada akhirnya hidup sengsara dan nyawa taruhannya.

    Screenshot, Video Wawancara
    dengan Elissa Moses, CAO Emsense
    (Klik foto untuk melihat
    interviu tersebut di Youtube)
    Demi mengetahui prinsip otak tersebut, sebuah perusahaan baru mencoba mengaplikasikan pengetahuan neurologi ini dalam riset market. Nama perusahaan tersebut adalah Emsense, didirikan oleh tujuh mahasiswa Massachusetts Institute of Technology (MIT) pada tahun 2004 di San Francisco, Amerika Serikat.

    Emsense membuat alat yang mampu mengukur reaksi syaraf seseorang secara langsung tanpa harus mendapat pertanyaan dahulu. Alat ciptaan Emsense mencitrakan bagaimana reaksi otak manusia waktu melihat iklan, pengepakan fisik, tayangan internet, dan game komputer.

    Enak dikenakan, kinerja alat yang dinamakan sebagai EmBand™ dan EmBand 24™ ini tak mudah diganggu rambut kepala manusia. Data yang dikumpulkannya pun semakin tajam, menggambarkan reaksi otak sesungguhnya.

    Screenshot, www.emsense.com
    Berbagai Kumpulan Data Emsense
    (Klik gambar untuk
    melihat laman aslinya)
    Hebatnya, tes reaksi otak semacam ini tak bisa dibohongi, seperti misalnya yang bisa muncul lewat teknik survei biasa. Inovasi uji reaksi otak terhadap iklan akan lebih efesien, mengurangi resiko dampak kerugian kalau ternyata publik tak suka tayangan pariwara yang dibuat.

    Alat Emsense dapat merekam sampai 20.000 pesan emosi baik atau buruk. Datanya bisa dianalisis untuk menciptakan iklan, kemasan, dan konsep produk paling menunjang pengetahuan tentang keberlanjutan minat masyarakat terhadap suatu barang atau jasa.

    Mengantongi lebih dari 50000 data respon otak manusia, Emsense sudah menganalisis 225 ribu iklan TV berikut pengetahuan reaksi ragam produk lainnya. Hidup dari pengetahuan, Emsense memiliki berbagai rekanan lembaga riset produk yang menyelidiki bagaimana cara paling efektif untuk mendekati pasar: lewat otak mereka.

    Jika memiliki teman kerja dari bidang neurologi dan analisis komputer, Anda bisa mengembangkan teknologi semacam yang dimiliki Emsense. Demi mendapat perlindungan negara, jangan lupa untuk mendaftarkan pengetahuan rahasia yang sudah Anda kembangkan nantinya di Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (Ditjen HKI).

    Lalu, video terakhir ini adalah contoh tayangan iklan yang berhasil Emsense temukan malah memberikan reaksi negatif, membingungkan, bagi para pemirsanya. Penonton tak mengerti bahwa pariwara tersebut sebetulnya berisikan komedi tentang inovasi:  








    :?)



    Saturday, October 9, 2010

    Peneliti Vulkanologi, Pahlawan Berani


    Video di atas adalah rekaman sebuah tim peneliti vulkanologi, yang mentransmisikan gambar ini secara langsung lewat telephon genggam pada 20 September 2010



    Kita memiliki 400 gunung berapi yang masih aktif, bisa meledakkan lava sewaktu-waktu. Letusan Gunung Sinabung pada akhir Agustus 2010 lalu, mengkhawatirkan masyarakat internasional karena posisinya sangat dekat dengan Gunung Sibayak yang juga masih aktif, hanya sejauh 5 kilometer.

    CC, Di Puncak Merapi
    (Klik foto untuk melihat video
    pandangan 360 derajat di puncak Merapi)
    Sampai saat ini belum ada cara akurat untuk meramal bencana vulkanologis, meskipun 20 gunung berapi di Indonesia termasuk kategori sangat aktif. Dalam sejarah bahkan diduga letusan Merapi pernah menghapus peradaban Jawa selama ratusan tahun, dengan tanda besar menenggelamkan Borobudur.

    Demi memperbaiki kemampuan kita mengetahui kapan suatu letusan gunung terjadi, para ahli vulkanologi sering mengunjungi gunung berapi aktif. Mereka diakui bekerja tanpa putus, tak kenal libur atau hajatan nasional untuk menyelamatkan kita.

    CC, Pliny Sang Tetua
    Vulkanolog Romawi Kuno
    (Klik gambar untuk melihat
    informasi tentang Pliny
    di Wikipedia)
    Tak hanya mencari sampel dan mengamati langsung kejadian vulkanologis, ada juga yang memantau kondisi gravitasi dan geomagnetik. Sebagian bekerja di laboratorium untuk melihat kondisi kimiawi dari suatu aktivitas gunung berapi.

    Seseorang bisa menjadi vulkanolog bila mau menempuh studi di bidang geologi atau geofisika. Bidang-bidang ini bisa dipelajari misalnya di Universitas Indonesia, Universitas Padjadjaran, Institut Teknologi Bandung, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, UPN Veteran Yogyakarta,Universitas Hasanuddin, Universitas Sriwijaya dan lain sebagainya.

    Vulkanolog bisa bekerja di lembaga penelitian, perguruan tinggi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kementerian ESDM, dan berbagai lembaga serupa di seluruh dunia. Di Amerika Serikat, gaji seorang vulkanolog yang baru lulus perguruan tinggi mencapai sekitar Rp 356 juta/tahun, sesuai dengan rata-rata pendapatan di sana.

    Tak jarang para vulkanologi dunia saling belajar dan bekerjasama, bertukar data karena memang jalur aktif vulkanik melintasi batas negara. Mereka juga membutuhkan data pencitraan jarak jauh  -- misalnya dari Lapan -- untuk memonitor area yang terkena dampak suatu letusan gunung api.

    Indonesia perlu banyak vulkanolog, yang berani menantang bahaya demi menyelamatkan nyawa kita semua.

    Ayo pemuda Indonesia, mau jadi peneliti vulkanologi? :?




    Friday, October 8, 2010

    G-Shock, Dana Riset Casio Tahan Banting

    Casio G-SHOCK G-7900 dari Vitalii Demchuk.





    Screenshot, "Technology
    for the Next Stage",
    Casio Annual Report 2010
    (Klik gambar untuk membaca
    lebih lanjut)
    Siapa tak tergoda oleh ketangguhan keluarga jam G-Shock? Semua tipe punya kharisma bak atlet handal, berdesain bak gerigi gahar, sangat tahan air dan guncang, sangat cool.

    Dibanderol dengan harga Rp 700 ribu sampai 1,8 juta per unit, kita sudah dapat teknologi canggih G-Shock. Lengkap dengan panel surya, dan pastinya: kaliberasi waktu dengan bantuan satelit. Semua yang kuat sekarang jadi tak hebat kalau tak canggih.

    Namun induk G-Shock, Casio, digulung ombak masalah ekonomi dunia. Pada 2010, mereka mengalami angka penjualan menurun di hampir seluruh ragam produknya.

    Walaupun meraih angka hingga Rp. 46,3 triliun, nilai penjualan 2010 tersebut masih lebih kecil 17,4% dibanding total sales tahun sebelumnya.

    Orang masih mencintai produk Casio. Seperti kamera Exilim yang muncul dalam 14 tipe baru di tahun 2010 masih populer di Eropah dan China.

    Apa rahasia kecintaan orang terhadap Casio? Ya, riset mereka.

    Biarpun angka keuntungan menurun, Casio malah menaikkan anggaran litbang mereka sebanyak R&D 8,4% dibanding tahun sebelumnya hingga mencapai kurang lebih satu setengah triliun rupiah (nilai tukar lihat di sini).

    Tahun 2010, Casio menuangkan dana hampir sebanyak Rp. 500 milyar untuk dana paten. Tak heran mereka sanggup memproduksi barang-barang unik dan super canggih seperti G-Shock tadi. Berkat paten, teknologi mereka tak bisa dicontek mentah oleh perusahaan lain.

    Casio rajin berinvestasi untuk iptek, sanggup melawan goncangan ekonomi. Bagaimana dengan perusahaan tempat Anda bekerja? :?)





    Thursday, October 7, 2010

    Buat Sendiri Pembangkit Listrik Tenaga Angin

    Screenshot, Situs PT. Bumi Energi Equatorial
    Produsen Kincir Angin untuk Pembangkit Listrik dan Pompa Air
    (Klik gambar untuk melihat situsnya)



    CC, Klik gambar untuk
    mengunduh buku
    PMG Manual, panduan
    membuat PLTB
    (PDF, Bahasa Inggris)
    Ingin mencari hobi keren? Bagaimana kalau membuat pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) saja?

    Indonesia punya lebih dari 80 ribu kilometer pantai, yang tentu memiliki angin sepoi-sepoi. Dari situ saja, kita bisa mencium betapa bernilainya teknologi pembangkit listrik tenaga bayu ini buat negara kita.

    Misalnya lewat situs PT. Bumi Energi Equatorial. Lewat laman internet perusahaan produsen PLTB milik orang Indonesia ini, kita bisa melihat kerennya pemakaian angin sebagai sumber energi listrik di seluruh pelosok negeri.

    Memang, tak semua daerah di Indonesia yang menikmati angin kencang sepanjang tahun. Baru-baru ini, GE dan BPPT bekerjasama untuk mensurvei kondisi peranginan di Indonesia, sehingga bisa membangun PLTB secara optimum.

    Untuk para amatir, ada banyak informasi membuat PLTB di rumah beredar di internet. Sayangnya, boleh dibilang sampai sekarang semua informasi macam itu hanya ada dalam Bahasa Inggris.

    Di situs instructables.com, mereka menyediakan informasi bergambar cara bertahap membuat turbin angin untuk membangkitkan listrik berdaya 1000 watt. Dan lewat video di bawah, kita bisa menonton bagaimana PLTB buatan sendiri, dengan daya 1000 watt, dibuat di Jamaika.

    Tertantang? Kalau sudah berhasil, kasih tahu bagaimana membuatnya, ya? :?)














    Wednesday, October 6, 2010

    Paten Ilmuwan Pemenang Nobel






    CC, Andre Geim,
    Pemenang Nobel 2010
    (Klik foto untuk melihat profil
    Andre Geim di Wikipedia)
    Ada banyak cara orang terlibat dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan tak selalu melalui proses belajar di sekolah. Ada yang dengan cara membuat perpustakaan keliling, menjadi administrator atau pekerja tata usaha, pengamat kebijakan publik, dan lain sebagainya.

    Ada ilmuwan yang tak memiliki pendidikan tinggi. Michael Faraday, misalnya, yang sangat berjasa mengembangkan elektromagnetisme dan elektrokimia. Sebetulnya, Faraday hanya seorang pesuruh, yang dipaksa bekerja sebagai pembantu karena memiliki status sosial rendah.

    Namun, orang yang menempuh pendidikan formal akan bisa lebih mengendalikan keterlibatan mereka dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Lewat jenjang sekolah hingga doktoral dan pasca doktoral, seseorang akan lebih mudah melakukan riset secara langsung, dan membuat ilmu pengetahuan lebih bermanfaat.

    Hadiah Nobel adalah penghargaan yang diberikan bagi para periset yang dianggap paling berjasa dalam penelitiannya. Hadiah ini adalah wasiat dari Alfred Nobel, ilmuwan dan pengusaha yang mendapatkan kekayaan berkat paten atau hak khusus untuk mengelola temuannya, dinamit.

    Para ilmuwan memang sangat berjasa dalam membuat lapangan kerja baru. Seperti Alfred Nobel, banyak ilmuwan yang sudah meraih Nobel juga memiliki hak paten.

    Paul C. Lauterbur, misalnya, pemenang Nobel 2003, memiliki hak paten pencitraan MRI yang banyak dipergunakan dalam visualisasi medis canggih. Ada banyak ilmuwan pemenang Nobel lainnya yang memiliki hak paten untuk temuan-temuan mereka (lihat di sini untuk bidang elektronika).

    Paten adalah lambang daya sumbang perbaikan ekonomi masyarakat oleh para ilmuwan. Hadiah Nobel, adalah lambang penghargaan terhadap nilai kemanusiaan dari pekerjaan penelitian para ilmuwan.

    Ilmuwan bisa meraihnya sekaligus, mendapat paten dan meraih penghargaan untuk satu bidang penelitian. Jack S. Kilby misalnya, memiliki paten dan meraih Nobel atas jasanya mengembangkan electronic circuit, yang memungkin peralatan elektronik bisa sekecil sekarang.

    Baru-baru ini, Andre Geim dan Konstantin Novoselov diumumkan berhasil mendapatkan penghargaan Nobel. Mereka dianggap berjasa meneliti grafit, yang sangat akrab dengan kita sebagai bahan utama isi pensil.

    Mau jadi ilmuwan? Ilmuwan bisa kaya, memperkaya, dan sangat berjasa bagi kemanusiaan. :?)




    Tuesday, October 5, 2010

    Inovasi Para Penguji Permainan

    World Cyber Games 2010 Final - Counter Strike 1.6




    Screenshot, Situs Nusantara Online
    Game dengan Topik Nusantara
    (Klik gambar untuk melihat situs)
    "To make things better", membuat segala sesuatu lebih baik adalah ide terbesar dalam inovasi. Inovasi teknologi mempercepat pertumbuhan, produktivitas, dan akhirnya akan mempertinggi standar kehidupan.

    Jika tak ingin kalah bersaing, seluruh masyarakat harus terus mendayagunakan produk teknologi paling terkini, dan mau mencari cara kerja baru. Inovasi teknologi memang senantiasa membuat orang harus rela meninggalkan cara kerja lama, meski sering tak mudah.

    Inovasi membutuhkan proses belajar oleh semua pihak, mereka yang kurang mendapat pendidikan dan pelatihan rentan mengalami kehilangan pekerjaan. Di sisi lain, para inovator yang tak memperhatikan cara mendidik para pekerjanya dan pengguna produknya juga akan mengalami kekalahan dalam persaingan.

    Industri game Indonesia yang bersaing ketat dengan kompetitor luar negeri, juga bersandar pada kemampuan inovasi para pekerjanya. Kebutuhan sanggup bersaing ini, melahirkan satu jenis pekerjaan baru di Indonesia: game tester atau penguji permainan.

    Gameloft misalnya, baru-baru ini membuka 250 lowongan game tester di Yogyakarta. Produsen game dalam negeri, Nusantara Online, juga dikabarkan membuka lowongan kerja untuk para penguji keamanan game mereka dengan tawaran gaji yang menarik.


    Game tester berfungi menjaga kualitas produksi piranti lunak permainan, penting untuk menguasai pasar yang sangat berpotensial. Pada 2010 ini, industri game menanjak 57% dibanding tahun lalu, dengan total penjualan global  diperkirakan mencapai sekitar Rp 15 triliun hingga bulan Maret saja.

    Para pelaku profesi ini selain wajib mencintai segala jenis permainan elektronis, juga harus mampu memperhatikan detil kemulusan dan menuliskan dokumentasi kesalahan sebuah game yang masih dalam tahap pengembangan. Tanpa dokumentasi yang mendetail, tentu perusahaan tak bisa membuat produk game mereka menjadi lebih baik alias bernilai inovatif. :?)





    Monday, October 4, 2010

    Astronot dan Litbang, Wibawa China


    Perjalanan Perdana Luar Angkasa Astronot China




    CC, Astronot Zhai Zhigang
    Pejalan Kaki Antariksa Pertama China
    (Klik foto untuk melihat
    referensinya)
    Berkat kesanggupan menyediakan total dana puluhan triliun rupiah, sudah sejak sepuluh tahun lalu China berhasil secara mandiri menempatkan warganya di orbit angkasa luar dan mendarakatkan pesawat di Bulan.

    Setelah berkali-kali sukses mengirimkan misi jelajah sepanjang tahun 2000-an, lewat Program Shenzhou, China kini tengah memasuki agenda membangun stasiun angkasa luar bermassa 20 ton sekaligus kali ini mengirimkan puluhan orang tinggal di sana. China memang ingin membuat penambangan uranium di Bulan.

    Total ongkos proyek yang lebih kecil dibanding yang dikeluarkan Amerika Serikat, memberikan sinyal bahwa China sukses dalam tahap mengejar ketertinggalan, sanggup belajar dan menyempurnakan pengalaman negara lain yang pernah ada di depan mereka. Bagi Asia, unjuk keberhasilan luar angkasa China adalah prestise tersendiri, mengisyarakat bahwa kita bisa mengalahkan masyarakat Eropah atau Dunia Barat.

    Proyek angkasa luar memang bukan pekerjaan biasa, karena akan sangat menyedot perhatian dunia. Pemerintah China, akan mengerahkan segala daya upaya agar tak gagal dalam satu misi pun sehingga menjadi cemooh masyarakat dalam negerinya sendiri.

    Klik foto untuk melihat video
    pembangunan China 1980'an - 2008
    Wibawa di mata dalam negeri memang tak bisa muncul hanya dengan satu misi luar angkasa. Selama 30 tahun, China berhasil mengangkat laju pembangunan sebanyak 9,3% pertahun, termasuk kala krisis merontokkan Asia di tahun 1997-1998.

    Menurut ahli Barat, China sukses bermula berkat kemauan membina industri dalam negeri dan memperbaiki belanja negara yang sangat pro-pembangunan. Pemerintah membina rakyat secara melekat, sehingga segenap rakyat percaya diri melangkah dan menjadi pemain dunia (lihat contoh kasus BYD - China, produsen mobil hybrid pertama dunia).

    Tahu bahwa pembangunan perlu teknologi dalam negeri, sedari semula China tercatat menetapkan hati untuk memakmurkan sektor litbang. Tahun 2010, Pemerintah China menggelontorkan dana sebanyak kurang lebih lebih dari Rp. 217 triliun untuk  pengembangan teknologi, termasuk bagi urusan akses iptek oleh masyarakat umum.

    Yang menarik, biarpun sukses China tak malu mengakui bahwa sampai sekarang pembangunan mereka masih menyisakan masalah kemiskinan dan tata lingkungan. Selama pemerintah berjuang, tentu rakyat tak segan untuk berharap bahwa masalah-masalah ini segera dituntaskan dalam masa mendatang. :?)






    Suasana Kota Beijing 2010. Perhatikan, tak banyak sepeda motor berjejal di jalan








    Sepeda motor di Beijing tak banyak karena pembangunan sistem transportasi umum di sana sangat bagus






    Sunday, October 3, 2010

    Video Viral Kantor Senang, Tak Kalah dengan Hollywood

    Supaya semangat kerja tak habis, sesekali perlu untuk bersenang-senang dengan kawan di kantor. Banyak orang yang merekam dan  membagikan video saat bersenang-senang di kantor, yang efek hiburannya tak kalah dengan "Keong Racun" di youtube.

    Mudah dan membuat kantor kompak, merekam video bersenang-senang bersama rekan bisa jadi iklan gratis kelas dunia bagi organisasi, perusahaan, atau kantor tempat Anda bekerja. Ingat, mereka yang menonton lewat internet tak hanya ada di Indonesia.

    Berikut adalah deretan 5 video para kolega yang sedang bersenang-senang, dari berbagai profesi dan tempat di dunia:


    1. Ilmuwan "Thriller"


    DR. Andy Wowor, yang pernah lewat tarian mengajarkan kita tentang disertasi biokimianya, ternyata juga suka dancing bersama koleganya sesama ilmuwan -- masih lengkap dengan koreografinya. Kali berikut, ilmuwan yang tak putus perhatian terhadap hubungan Indonesia - Amerika Serikat ini, menarikan musik "Thriller bersama teman-temannya.

    Jadi, siapa bilang teman-teman kantor Anda terlalu serius untuk membuat video bersama teman kantor?









    2. Lompat Katak Turki

    Di sebuah kantor di Turki, para pegawainya tergila-gila dengan lompat katak. Perempuan dan laki-laki, semua semua main lompat-lompatan, bergantian di atas punggung teman.

    Rasanya, tawa para pegawai jadi terlihat makin ceria dengan irama musik tradisional Turki di video ini.









    3. Genit Sedikit, Tak Apa

    Yang ini, dari Filipina. Musiknya produksi sendiri, jadi tak akan pusing dengan masalah hak kekayaan intelektual. Buatan dewan mahasiswa, video ini mempromosikan asyiknya kuliah di kampus mereka. Keren sekali!

    Genit sedikit, tak apa. Yang penting kreatif, sadar talenta diri sendiri.









    4. Thailand, Berseragam dan Lincah

    You got to give credit to this guy, kita patut menghargai imajinasi dan kerja keras bintang video ini.  Dengan berseragam ala satpam, dia menari dengan latar lagu Nobody dari grup usik Korea, Wonder Girls.

    Si pria memainkan beberapa orang sekaligus, sebagai pegawai malas dan yang terlihat gesit. Kesimpulannya: Berseragam tapi lamban, siapa yang senang melihatnya?









    5. Tak Kalah dengan Hollywood

    Logo fiktif "The Office",
    Klik gambar untuk melihat keterangan
    hak cipta ilustrasi tersebut.
    Yang ini, kantor bohongan, produksi Hollywood. Video ini untuk mempromosikan musim ketujuh komedi situasi "The Office".

    Terus terang saja, tayangan terakhir ini ditampilkan untuk meyakinkan Anda bahwa pemain besar pun ikut mengandalkan strategi marketing video viral. Murah, dan sepenuhnya mengandalkan kreativitas, pasti dengan senang hati boss Anda suka dengan ide promosi ala senang-senang video viral. :?)