Monday, September 27, 2010

Beranikah Perempuan Datang ke Konferensi Fisika?

CC, Mileva Marić
(Klik foto untuk
melihat catatan
hidup Mileva di
Wikipedia)
Kharisma Einstein telah membuat banyak orang terpesona, ia mencatat sendiri sejumlah tak sedikit perempuan bertekuk lutut karena keflamboyanannya. Termasuk Mileva Marić, istri pertama Einstein.

Marić memang beruntung, punya kecerdasan luar biasa dan status sosial tinggi. Kala perempuan masih dianggap tak layak sekolah, ia bisa bersekolah di Eidgenössische Technische Hochschule (ETH), tempat pertemuan pertamanya dengan Einstein muda.

Einstein membawa pengaruh sangat buruk bagi Mileva Marić. Tak hanya nilai-nilainya memburuk, Einstein juga menghamilinya bahkan membiarkan bayi mereka diadopsi.

Setelah itu mereka akhirnya menikah pada 1903. Biarpun Marić samasekali tak meneruskan karir keilmiahannya demi menjadi ibu rumah tangga, lewat sembilan tahun menikah Einstein tega meninggalkannya tanpa bercerai selama lima tahun.

Einstein akhirnya menceraikan Marić pada 1919, demi bisa menikah dengan Elsa Einstein, saudara sepupunya sendiri, anak bibi kandungnya (ayah mereka pun juga saudara sepupu). Supaya mau bercerai, Albert Einstein menjanjikan Marić seluruh uang hadiah penghargaan Nobel yang ia yakin akan menangkan -- ia baru bisa menyerahkannya pada 1923.

Beberapa ahli sejarah menganggap bahwa tindakan Einstein menyerahkan uang tersebut tak lain karena ia merasa bersalah karena sebenarnya Mileva Marić turut membantu menuliskan beberapa karya ilmianya yang paling terkenal. Kedudukan perempuan saat itu masih lemah, tak ada yang mudah percaya Mileva Marić sebetulnya sangat pintar.

CC, Angela Merkel
Fisikawan yang Jadi Kanselir Jerman
(Klik foto untuk melihat
riwayat Merkel di Wikipedia)
Seperti Marić, Marie Curie, ilmuwan besar penemu gejala radioaktivitas, juga pernah mengalami diskriminasi karena ia seorang perempuan. Biarpun sudah mendapatkan dua piala Nobel, namun Akademi Ilmu Pengetahuan Perancis pada 1911 pernah menolak mentah-mentah untuk menerima keanggotannya, karena ia seorang perempuan.

Lewat hampir seratus tahun dari era Marić dan Curie, jumlah perempuan fisikawan masih sedikit meskipun kompetisi inovasi antar negara yang telah semakin ketat makin menambah tuntutan partisipasi mereka di dalam pembangunan. Survei IUPAC, lembaga fisika dunia, di tahun 2002, memperlihatkan bahwa beratnya karir menjadi fisikawan membuat perempuan memerlukan dukungan ekstra dari keluarga, sebetulnya tak jauh seperti Marić dan Curie dahulu.

Tanggal 06 November 2010 mendatang, Departemen Fisika UI dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), akan mengadakan konferensi fisika yang berjudul Theoretical "Aspects of Small to Large Scale World". Acara ini sendiri punya tujuan menarik para fisikawan untuk bertemu dan saling mengabarkan tentang hasil kerja mereka.

Perempuan adalah tiang negara yang sejarahnya jelas tak selalu mendapat perlakuan menyenangkan. Seandainya mereka melihat perjuangan para pendahulunya, beranikah para perempuan maju ke pentas dunia, dimulai dengan hadir pada konferensi yang diadakan di negerinya sendiri? You'll be the judge. :?)







Marie Curie from NowYouKnowAbout on Vimeo.


Seorang anak perempuan ditanya siapa ilmuwan favoritnya, dan ia menjawab "Marie Curie".
Mengapa? "Karena ...Dia adalah ilmuwan pertama yang mendapat dua Penghargaan Nobel ...karena berjasa menemukan radium."