Sunday, September 19, 2010

Dari Indonesia, Berkeliling di "Museum 3D" Anne Frank

annefrank.org, Berkeliling di Museum 3D Anne Frank
(Klik pada gambar untuk melihat rumah Anne Frank)


Tak perlu membayar ongkos ke Belanda untuk berkunjung ke Museum Anne Frank. Kita cukup tour lewat situsnya untuk melihat seluk beluk tiga dimensi (3D) rumah si gadis yang bersejarah, jadilah kita sampai di museum Anne Frank meski tak beranjak dari wilayah Indonesia.

Kisah hidup Anne Frank memang dramatis. Ia adalah seorang perempuan kaum Yahudi yang menulis sebuah buku harian ketika bersembunyi bersama keluarga dan empat temannya di Amsterdam, semasa pendudukan Nazi di Belanda pada Perang Dunia II.

Secara umum, sebetulnya tidak mudah membuat orang mau datang ke museum. Kalau melihat hitungan Bappenas, orang Indonesia yang mau mengunjungi sepanjang 2006 sampai 2008 malah berkurang sebanyak 8,3%.

Mengurangi ongkos masuk tak bisa lantas bisa jadi solusi yang baik. Ini misalnya belajar dari upaya pemerintah Inggris menggratiskan tiket masuk, yang hasilnya hanya menyebabkan pengunjung lama datang lebih sering ke museum, tak menambah semangat orang baru datang kesana.

Di zaman serba kompetisi, satu-satunya cara menarik orang datang ke mesuem adalah dengan upaya kreatif. Dan seluruh promosi kreatif terbaik berawal dari upaya keras untuk mengerti apa keinginan masyarakat tentang museum itu sendiri.

Dalam Tahun Kunjung Museum 2010 ini, rasanya, kita perlu meniru semangat promosi kreatif museum Anne Frank untuk lebih menguasai perhatian dunia tentang sejarah Indonesia. Termasuk lewat website museum yang mantap. Di Indonesia, ada banyak kok desainer website handal... :?)



boingboing.net, Museum Showa Kan, Jepang
Museum Industri Kreatif Jepang, Minim Petugas Namun Tetap Menarik
(Klik pada gambar untuk melihat liputan tentang Museum Showa Kan)