Thursday, September 9, 2010

David Rosen: Inovasi Photo-Box, Dirikan SEGA

David Rosen
www.sadsamspalace.com
Banyak orang tak tahu kalau SEGA sebetulnya adalah perusahaan yang memiliki sejarah unik. Dibangun oleh orang-orang Amerika Serikat (bukan Jepang), David Rosen, salah seorang pendirinya adalah pengusaha yang malah tak punya latar bisnis IT atau industri gaming.

Sebelum membentuk SEGA, di Tokyo, Jepang, Rosen (lahir 22 Januari 1930) adalah seorang pengusaha Amerika yang menjual lukisan foto para seniman Amerika untuk konsumen di Jepang. Dia kemudian kembali ke negerinya untuk mengembangkan Photorama, photo-box otomatis yang akhirnya sukses besar di Negeri Sakura.

Sebetulnya Rosen adalah seorang tentara angkatan udara, yang barangkali ternyata mbalelo karena hobi berbisnis selama bertugas di Jepang akhirnya diberhentikan dari kedinasan. Bisnis photo-box tersebut kolaps di awal 1960-an, lantaran teknologi yang Rosen pergunakan dengan cepat dicontek oleh para mitra lokalnya sendiri. 


Peluang Workaholic
Untunglah sebelum bisnis photo-box-nya berantakan, pada pertengahan 1950-an Rosen sempat tertarik dengan warga Jepang yang biarpun masih miskin karena kalah perang namun punya gaya hidup workaholic. Rosen mengamati masyarakat di sana tak punya hiburan selain kabaret dan judi pachinko.

Melihat keringnya kehidupan orang Jepang, Rosen pun berpikir untuk menjual pinball produksi Amerika di sana -- kebetulan, ia suka dengan pinball.

"Pillball" dari David Rosen Inc.
klik gambar di atas untuk melihat versi besarnya
Buru-buru Rosen pulang kampung, hanya untuk kemudian menemukan bahwa industri pinball sudah hampir bangkrut karena sudah sepi peminat, dan mereka sudah berkembang ke jenis permainan mekanik lainnya. Dari situ Rosen berkenalan dengan seluk-beluk industri gaming.

Menarik pelajaran dari bisnis pinball yang dulu ia sukai ternyata tak cerah, Rosen berkonsentrasi mencaritahu permainan yang dicari orang Jepang bisa ia penuhi dengan sumber industri Amerika Serikat.

Kembali ke Jepang, Rosen melihat bahwa warga di sana sangat menyukai permainan air gun alias tembak-tembakan. Rosen pun buru-buru mendatangkan permainan ini dari Amerika.

Ternyata butuh waktu setahun sebelum pemerintah Jepang mengizinkan niat Rosen mengimpor air gun. Namun segera setelah air gun masuk ke pasar, produk ini laku dan memberikan untung besar.

Strateginya penjualan air gun sederhana. Rosen memasang air gun di daerah dekat pangkalan militer Amerika, sehingga tentara setempat dapat "mengajari" masyarakat setempat cara memainkannya sehingga jadi turut ketagihan.

Kesuksan instan Rosen rupanya menarik pesaing cepat berdatangan. Kali ini, lawan bisnisnya juga datang dari Rusia dan saudara setanah airnya sendiri, Amerika Serikat.

Mudah Bergaul akhirnya Merger
Permainan Air Gun
Sumber: arcarc.xmission.com
David Rosen mengakui bahwa "senjata" bisnisnya adalah kebiasaan memelihara relasi baik, termasuk dengan lawan-lawan bisnisnya. Termasuk dengan para pesaing yang malah akhirnya ia gandeng menjadi mitra. 


Alasan Rosen menggaet para kompetitor? Karena dengan kepemilikan lahan dan pabrik, mereka terlalu besar untuk dilawan.
Salah satu lawan yang jadi kawan adalah perusahaan Nihon Goraku Bussan. Perusahaan mesin penjualan ini sebelumnya menjadi besar berkat bantuan Marty Bromley, juga seorang Amerika, hingga bisa menjadi penyuplai bagi operasional sekutu di Jepang. 


Nihon Goraku Bussan mulai bergerak ke arah gaming, hendak menjual mesin pinball impor dari Amerika persis saat Rosen mulai jaya karena inovasinya. Namun akhirnya David Rosen dan Nihon Goraku Bussan, serta satu perusahaan lain yang bernama Taito, sepakat untuk mendirikan SEGA pada 1965.

SEGA sendiri merupakan "SErvice GAmes of Japan", menggambarkan semangat bisnis yang serba melayani. Di SEGA, David Rosen ditunjuk menjadi CEO pertama. :?)