Wednesday, September 22, 2010

Inovator Asia Kelas Dunia: BYD China Luncurkan Bus Bebas Emisi

CC, BYD F3DM - Mobil Plug-in Hybrid Pertama di Dunia
(Klik foto untuk melihat lebih jauh tentang mobil ini di Wikipedia)


Berkat kekuatan marketing, orang gampang menyangka kalau Jepang adalah produsen mobil hybrid pertama di dunia. Sebetulnya, negara yang pantas menyandang status pionir tersebut adalah China, tepatnya lewat mobil BYD, type F3DM.

Menurut catatan Wikipedia, biarpun sudah memperkenalkan ke dunia internasional dan telah memproduksi massal, BYD memang tak lantas menjual mobilnya secara umum. Barangkali sebagai bagian strategi menguatkan daya produksi dan cadangan finansial, mereka menjual mobil hybrid itu pertama-tama ke badan-badan pemerintah dan swasta China terlebih dahulu, sebelum akhirnya melempar F3DM ke pasar pada Maret 2010.

Tak lama lagi, BYD akan kembali memperkenalkan bus listrik yang tak menghasilkan emisi polutan. Tepatnya, perkenalan perdana akan mengambil momen "China (Changsha) Technology Seminar", yang diadakan pada 11-12 Oktober 2010.

product.cheshi.com, BYD K9
(Klik foto untuk melihat di halaman sumber)
Dinamakan BYD K9, bus ini dapat melaju hingga sejauh 300 kilometer dengan daya penuh, dan hebatnya juga mampu menghemat biaya 15% dibanding bus diesel. Dengan panjang 12 meter berbobot 12 ton, bus listrik ini tengah mengalami penyempurnaan di pabrik BYD di kota Changsa, Provinsi Hunan, China Selatan.

BYD punya catatan lain. Mereka baru-baru ini melesat masuk ke jajaran 8 besar perusahaan paling inovatif di dunia di daftar 50 Perusahaan Paling Inovatif Dunia 2010 yang dilansir oleh BusinessWeek.

Spesialisasi BYD memang ada pada teknologi baterai. Perusahaan ini mencatat kembali modal (stock return) hingga 99%, dan penanjakkan keuntungan sebesar 42%. Kalau melihat besarnya dukungan pemerintah di sana pada proses pematangan produksi dan penjualan mobil F3DM tadi, rasanya tak heran melihat BYD China melejit.

Keseriusan BYD mengembangkan inovasi terbukti jelas pada laporan investornya yang bisa diunduh umum (lihat di sini, PDF). Mereka membukukan anggaran litbang pertahun 2009 sebesar RMB 1.283.316.000,00 atau sekitar Rp. 1.7 triliun rupiah. Jumlah yang fantastis.

Akhir Juli lalu, Wapres Boediono dikabarkan kagum dengan teknologi mobil hybrid, demi mendapat jawaban atas pertanyaannya mengenai apa yang bisa dilakukan pelaku industri otomotif berkaitan dengan teknologi ramah lingkungan. Rasanya, beliau harus meniru langkah pemerintah China yang ternyata berani menuangkan Rp. 520 milyar pertahun untuk mendukung inovasi BYD-China. :?)