Monday, September 13, 2010

Mencari "Tuhan"-nya Partikel


The God Particle from Brandon Kahn.


Apa yang terjadi dengan semesta pada saat Tuhan baru saja mulai menggulirkan waktu? Ilmuwan Indonesia pun turut serta memikirkannya. Berikut dari situs fisika@net, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, yang menjelaskan isi video di atas:

    Pada 30 Maret 2010, di Jenewa, Swiss, dilakukan percobaan ilmiah terbesar dalam sejarah manusia. Sekitar 13.00 waktu setempat, Large Hadron Collider (LHC) dari Organisasi Riset Nuklir  Eropa (CERN), berhasil menabrakkan proton-proton energi tinggi satu sama lain, dan dengan demikian menciptakan kembali kondisi sepersekian detik setelah Ledakkan Besar (Big Bang). 
    Acara ini  menjadi kepala berita di berbagai media terkemuka di seluruh dunia. Namun di Indonesia, hanya segelintir orang yang menyadari tentang peristiwa itu, apalagi memahami pentingnya momen ini sebagai pengurutan kembali sejarah semesta.
Klik Gambar
Bila Anda Berani
Menikmati Suasana 
Lab CMS (360 derajat)
yang ada di Bawah Tanah
    Seminar ini akan membawa informasi terbaru dari CERN, LHC, dan Eksperimen CMS (Compact Muon Solenoid). Kegiatan tersebut akan dimulai dengan sesi pengenalan eksperimen fisika energi tinggi. Maka akan membahas tentang CERN, LHC, dan CMS. Akhirnya, hasil terbaru dari CMS akan disajikan, dengan fokus pada upaya besar-besaran dalam pencarian partikel boson Higgs.
    Partikel boson Higgs adalah "Tuhan"-nya Partikel, disebut demikian karena saat ini ia merupakan bagian terakhir dari Model Standar Fisika Partikel Dasar (lihat petanya di Wikipedia).

Discovery (06/2010) mengungkapkan bahwa para fisikawan merasa mencari partikel Higgs yang belum pernah ditemukan adalah seperti saat Columbus menemukan India -- padahal ia mendarat di Benua Baru, Amerika. Sementara itu, ribuan ilmuwan yang saling bekerjasama akan memperkaya pengetahuan mengenai fenomena partikel dasar.


 :?)