Saturday, September 11, 2010

Murah: Ubur-Ubur Jadi Baterai, Algae Bangkitkan Energi

Aequorea victoria
en.wikipedia.org/wiki/Aequorea_victoria
Rusaknya alam tak lagi mengizinkan banyak penggunaan sumber energi tak ramah lingkungan. Namun sumber energi alternatif juga harus tetap bersifat ekonomi alias murah.

Para ilmuwan sudah lama tahu, sejak awal 1960-an, kalau kemampuan ubur-ubur Aequorea victoria berpendar bisa dimanipulasi.  Sekarang, periset Universitas Teknologi Chalmers, Swedia mencoba untuk membuat ubur-ubur tersebut menjadi baterai biologis yang bisa dipakai pada keperluan medis.

Mula-mula, protein berpendar Aequorea dicelupkan pada elektroda yang direndam dalam larutan silikon dioksida. Ketika proten ini diberikan cahaya, ia akan melepaskan elektron dan menjadi arus listrik pada kedua elektroda.

Peneliti lainnya juga mencoba mengembangkan alga dan bakteri fotosintetis. Ini dilakukan dengan memanipulasi mekanisme fotosintesis yang secara alami memerlukan cahaya.

Cladophora sp.
Makro Alga untuk Biodiesel
fr.wikipedia.org/wiki/Cladophora
Sumber alga dan bakteri fotosintetis memang melimpah di laut. Teknik memanfaatkan organisme ini diperhitungkan akan lebih murah dibandingkan teknologi pembangkit listrik tenaga listrik yang ada sekarang.

Saat ini, para peneliti sedang mencari jenis alga yang bisa menghasilkan energi secara paling efesien.

Meskipun sedikit berbeda, Institut Teknologi Bandung, ITB, juga mencoba mengembangkan teknologi berbasis mahluk air. Bahkan dilakukan oleh seorang mahasiswi S1, Ghesyka Andini, dalam studi kesarjanaanya (2009) untuk mengembangkan biodiesel dengan menggunakan makroalga.

Indonesia yang punya sumber biodiversitas paling kaya di dunia, pasti menyimpan apa yang dicari para ilmuwan ini, ya? :?)