Sunday, September 26, 2010

Vortex, Inovasi UKM Mesin ATM di Daerah Pedalaman

Screenshot, Situs Vortex
(Klik gambar untuk mengakses situs Vortex)


Menurut Bank Indonesia, tidak banyak jumlah Anjungan Tunai Pribadi (ATM) milik Bank Pemerintah Daerah , hanya sekitar 412 (2006). Bisa dibayangkan, betapa sulitnya akses perbankan bagi saudara dan saudari kita yang hidup di daerah pedalaman.

India pun memiliki masalah yang kurang lebih serupa, yaitu membuat lebih dari 742 juta warganya yang tinggal di daerah pedalaman bisa menikmati ATM. Syukurlah, Vortex melihat besarnya potensi pasar mesin ATM berupaya membuka bisnis pembuatan perangkat perbankan tersebut.

Klik gambar
untuk mengunduh
spesifikasi teknik
Gramateller 
Vortex adalah perusahaan yang didirikan oleh para cendikiawan Institut Teknologi India Madras (Indian Institute of Technology Madras/IITM). Mereka mengantongi 6 (enam) paten sekaligus ide desain luks untuk meningkatkan semangat grup perbankan yang bertindak sebagai konsumen.

Inovasi Vortex membuatnya tak bisa disaingi produsen mesin ATM dari luar negeri. Mereka meneliti produk asing dan mengembangkan ulang sistem piranti lunak dan keras agar bisa membuat mesin ATM yang lebih murah dan hemat energi, lagi tahan cuaca panas, hingga sesuai dengan kondisi di daerah terpencil.

Sebagai perusahaan berkelas Usaha Kecil Menengah (UKM), modal usaha Vortex hanya sekitar Rp. 198 juta saja, didapatkan dari dua perusahaan penanam modal setempat. Para pendiri Vortex menghabiskan energi terbanyak untuk membangun teknologi baru saluran lembar uang, yang merupakan inti dari mesin ATM.

Mesin ATM Vortex dijual dengan nama komersil Gramateller. Menggunakan Open Source Software (OSS) dan pembangkit listrik tenaga surya, harga per unit Gramateller diumukan dibandrol sekitar Rp. 34 juta saja.

Berkat jasanya bagi masyarakat , Vortex berhasil menjadi perusahaan yang diakui kiprahnya oleh The World Economic Forum (WEF). Organisasi ekonomi kelas duni ini memberi Vortex penghargaan Pionir Teknologi 2011, kategori Teknologi Informasi dan Media Baru.

Telah puluhan tahun kita dan India masing-masing meraih kemerdekaannya. Seperti India, kita wajib berpikir bahwa hal sederhana seperti ATM, tak patut jadi kendala lagi bagi masyarakat di seluruh penjuru negeri.

Berikut rekaman wawancara dengan Vijay Babu pimpinan Vortex:





Vijay Babu merasa yakin bahwa inovasi adalah langkah terbaik 
untuk melayani masyarakat kelas paling bawah.
Vijay Babu juga percaya, mesin ATM ini juga memiliki nilai positif lingkungan,
karena menggunakan pembangkit listrik tenaga surya.


 :?)