Monday, October 4, 2010

Astronot dan Litbang, Wibawa China


Perjalanan Perdana Luar Angkasa Astronot China




CC, Astronot Zhai Zhigang
Pejalan Kaki Antariksa Pertama China
(Klik foto untuk melihat
referensinya)
Berkat kesanggupan menyediakan total dana puluhan triliun rupiah, sudah sejak sepuluh tahun lalu China berhasil secara mandiri menempatkan warganya di orbit angkasa luar dan mendarakatkan pesawat di Bulan.

Setelah berkali-kali sukses mengirimkan misi jelajah sepanjang tahun 2000-an, lewat Program Shenzhou, China kini tengah memasuki agenda membangun stasiun angkasa luar bermassa 20 ton sekaligus kali ini mengirimkan puluhan orang tinggal di sana. China memang ingin membuat penambangan uranium di Bulan.

Total ongkos proyek yang lebih kecil dibanding yang dikeluarkan Amerika Serikat, memberikan sinyal bahwa China sukses dalam tahap mengejar ketertinggalan, sanggup belajar dan menyempurnakan pengalaman negara lain yang pernah ada di depan mereka. Bagi Asia, unjuk keberhasilan luar angkasa China adalah prestise tersendiri, mengisyarakat bahwa kita bisa mengalahkan masyarakat Eropah atau Dunia Barat.

Proyek angkasa luar memang bukan pekerjaan biasa, karena akan sangat menyedot perhatian dunia. Pemerintah China, akan mengerahkan segala daya upaya agar tak gagal dalam satu misi pun sehingga menjadi cemooh masyarakat dalam negerinya sendiri.

Klik foto untuk melihat video
pembangunan China 1980'an - 2008
Wibawa di mata dalam negeri memang tak bisa muncul hanya dengan satu misi luar angkasa. Selama 30 tahun, China berhasil mengangkat laju pembangunan sebanyak 9,3% pertahun, termasuk kala krisis merontokkan Asia di tahun 1997-1998.

Menurut ahli Barat, China sukses bermula berkat kemauan membina industri dalam negeri dan memperbaiki belanja negara yang sangat pro-pembangunan. Pemerintah membina rakyat secara melekat, sehingga segenap rakyat percaya diri melangkah dan menjadi pemain dunia (lihat contoh kasus BYD - China, produsen mobil hybrid pertama dunia).

Tahu bahwa pembangunan perlu teknologi dalam negeri, sedari semula China tercatat menetapkan hati untuk memakmurkan sektor litbang. Tahun 2010, Pemerintah China menggelontorkan dana sebanyak kurang lebih lebih dari Rp. 217 triliun untuk  pengembangan teknologi, termasuk bagi urusan akses iptek oleh masyarakat umum.

Yang menarik, biarpun sukses China tak malu mengakui bahwa sampai sekarang pembangunan mereka masih menyisakan masalah kemiskinan dan tata lingkungan. Selama pemerintah berjuang, tentu rakyat tak segan untuk berharap bahwa masalah-masalah ini segera dituntaskan dalam masa mendatang. :?)






Suasana Kota Beijing 2010. Perhatikan, tak banyak sepeda motor berjejal di jalan








Sepeda motor di Beijing tak banyak karena pembangunan sistem transportasi umum di sana sangat bagus