Monday, October 11, 2010

Buku: Asal Muasal Ide Bagus

Ringkasan buku Steven Johnson: "Asal Muasal Ide Bagus: Sejarah Alami Inovasi" atau "Where Good Ideas Come From: The Natural History Of Innovation"

Johnson menemukan bahwa dahulu kala orang menganggap bahwa ide-ide besar hanya lahir dari upaya segelintir orang jenius yang mampu berpikir hal-hal besar. Seiring waktu berjalan, orang mulai menemukan bahwa saat-saat santai adalah waktu yang tepat untuk saling berbincang, mengembangkan beberapa ide kecil menjadi besar.  Orang tak harus bergantung dari satu dua pribadi jenius saja.

Dengan munculnya internet, ide-ide kecil makin banyak saling bergabung menghasilkan inovasi. Sehingga tantangannya sekarang adalah mencari cara untuk bisa mempercepat pertemuan ide-ide kecil untuk menghasilkan inovasi terbaik.





Screenshot, laman situs
Steven Johnson
(Klik gambar untuk melihat
situsnya)
Nitya Anindita melakukan apa yang tak terlintas di pikiran kita duapuluh atau sepuluh tahun lalu. Ia mempublikasikan kisah pengalaman diri melakukan program bayi tabung lewat laman blognya.

Seandainya Facebook tetap memilih untuk menjaga aturan privasinya yang bagai benteng di tahun 2005 lalu, barangkali ide Nitya bagi sebagian besar orang adalah luar biasa nekad. Saat itu Facebook masih meyakinkan bahwa mereka menjaga ketat semua informasi untuk akan beredar hanya sesuai keinginan para penggunanya.

Itu jauh berbeda dengan aturan mereka sekarang. Facebook pun sekarang punya puluhan variasi pengaturan privasi yang fleksibel mengikuti kehendak pemilik akun

Sadar tak tidak, orang sudah merubah cara pikir dalam menjaga rahasia wilayah pribadi. Apa yang Nitya lakukan, agaknya hanya sedikit di atas keberanian banyak orang dalam akun Facebook atau Twitter mereka, sewaktu membagi foto pernikahan, rencana harian, bahkan posisi diri dan segala macam pengalaman dari waktu ke waktu.

Nampaknya, seirama jalur internet yang makin terbuka, orang menemukan rasa bahwa ternyata lebih menyenangkan sewaktu belajar dari pengalaman nyata dan pikiran orang lain. Para pembaca blog Nitya misalnya, bisa mendapat ide lebih cepat tentang bagaimana mendapatkan obat bagi pasien bayi tabung, tanpa harus mengalami atau susah payah mencari tahu sendiri.

Definisi kita tentang hak privasi sudah semakin matang, orang bisa makin percaya diri dengan keterbukaan. Tak lagi setertutup masa lalu, kini kita tahu apa yang harus menjadi rahasia tetap wajib ditutup rapat dan jangan sekali-kali masuk dalam ruang publik.

Sepertinya, semangat keterbukaan untuk saling belajar yang Nitya Anindita dan para pembacanya itulah yang hendak ditunjukkan dalam buku "Where Good Ideas Come From". Karya Steven Johnson, Anda bisa membaca essai si penulis tentang buku tersebut di sini.

Menurut pengakuan Johnson, ia hendak mengangkat tema bagaimana orang mengembangkan ide dalam berbagai cara. Seperti tersirat dalam rekaman video di atas (yang merupakan animasi ringkasan isi bukunya), Johnson meneropong lebih dekat apa yang terjadi sewaktu orang menggabungkan informasi menjadi ide-ide nyata.

Johnson menemukan ada yang menumbuhkan ide dalam waktu puluhan tahun, duduk sendiri menerawang, seperti Archimedes. Ada pula yang seperti Tim Berners-Lee, penemu jaringan internet dunia (world-wide-web), menjelajah idenya sendiri tanpa betul-betul tahu apa yang sebetulnya ia cari.

Namun Steven Johnson menjanjikan untuk mengungkapkan bagaimana setiap orang bisa memanfaatkan derasnya aliran informasi untuk saling membangun ide. Menurut Steven Johnson, saat memiliki jaringan ide, kita akan memiliki peluang lebih baik untuk memiliki ide lebih baik

Kita memang harus mencari cara untuk membuka diri dan mencari ide orang lain yang bisa melengkapi, memperbaiki, menginovasikan ide kita sendiri. Mumpung kita sudah kenal Facebook dan Twitter, yang membuat orang semakin berani membuka diri. :?)