Friday, October 8, 2010

G-Shock, Dana Riset Casio Tahan Banting

Casio G-SHOCK G-7900 dari Vitalii Demchuk.





Screenshot, "Technology
for the Next Stage",
Casio Annual Report 2010
(Klik gambar untuk membaca
lebih lanjut)
Siapa tak tergoda oleh ketangguhan keluarga jam G-Shock? Semua tipe punya kharisma bak atlet handal, berdesain bak gerigi gahar, sangat tahan air dan guncang, sangat cool.

Dibanderol dengan harga Rp 700 ribu sampai 1,8 juta per unit, kita sudah dapat teknologi canggih G-Shock. Lengkap dengan panel surya, dan pastinya: kaliberasi waktu dengan bantuan satelit. Semua yang kuat sekarang jadi tak hebat kalau tak canggih.

Namun induk G-Shock, Casio, digulung ombak masalah ekonomi dunia. Pada 2010, mereka mengalami angka penjualan menurun di hampir seluruh ragam produknya.

Walaupun meraih angka hingga Rp. 46,3 triliun, nilai penjualan 2010 tersebut masih lebih kecil 17,4% dibanding total sales tahun sebelumnya.

Orang masih mencintai produk Casio. Seperti kamera Exilim yang muncul dalam 14 tipe baru di tahun 2010 masih populer di Eropah dan China.

Apa rahasia kecintaan orang terhadap Casio? Ya, riset mereka.

Biarpun angka keuntungan menurun, Casio malah menaikkan anggaran litbang mereka sebanyak R&D 8,4% dibanding tahun sebelumnya hingga mencapai kurang lebih satu setengah triliun rupiah (nilai tukar lihat di sini).

Tahun 2010, Casio menuangkan dana hampir sebanyak Rp. 500 milyar untuk dana paten. Tak heran mereka sanggup memproduksi barang-barang unik dan super canggih seperti G-Shock tadi. Berkat paten, teknologi mereka tak bisa dicontek mentah oleh perusahaan lain.

Casio rajin berinvestasi untuk iptek, sanggup melawan goncangan ekonomi. Bagaimana dengan perusahaan tempat Anda bekerja? :?)