Friday, October 1, 2010

Korsel Kompak Bangun Industri Hijau


Samsung Blue Earth 
Telefon Genggam Hijau Bertenaga Surya, Pertama di Dunia dari Korea Selatan





Biarpun masyarakat luas tengah menyadari pentingnya perlindungan alam, tanpa dukungan pemerintah, teknologi hijau tak akan tumbuh. Pertama-tama, lewat insentif pemerintah akan memunculkan kelompok yang siap menghasilkan teknologi pro lingkungan supaya tumbuh dan akhirnya bisa memperkaya ragam bisnis yang sudah ada.

Jerman misalnya. Biarpun sudah terkenal maju, negara ini tengah kabarnya melebarkan keuntungan tarif bagi kerjasama asing untuk tujuan litbang teknologi hijau. Ini selaras dengan ide Uni Eropah yang sedang ingin membantu generasi mendatang bisa menguasai bisnis teknologi hijau untuk menambah pundi-pundi senilai Rp. 2.280 triliun pertahun pada 2030.

Saudara Asia kita, Korea Selatan, pun melihat pentingnya mendukung kolaborasi litbang bagi industri teknologi hijau. Mereka memantau bahwa jenis industri ini menampung hampir 75% pekerjaan riset yang terjadi antara lintas perguruan tinggi, lembaga litbang, dan kalangan bisnis.

Para pemerintah provinsi pun berbondong-bondong mencari tahu potensi keunggulannya. Masing-masing ingin melainkan menyelaraskan kapasitas diri dengan selera pasar supaya bisa mengembangkan variasi industri yang sudah ada.

Pemerintah provinsi-provinsi di  wilayah Gyeongsang, sebelah tengah-tenggara Korsel, sama-sama mengunggulkan industri pembangkit listrik tenaga bayu dan sel surya. Di daerah lain, ada yang melebarkan industri energi-biologis, dan material ramah lingkungan.

Screenshot, Situs Pemprov Chungcheongbuk-do
(Klik gambar untuk melihat
situs Pemprov Chungcheongbuk-do)
Provinsi Chungcheongbuk-do sudah dipadati oleh pelbagai pabrikan sel surya besar, sampai menguasai 60% jenis industri ini di seluruh Korsel. Baru-baru ini, malah Gubernur Lee Si-jon melancarkan rencana pembangunan Daerah Khusus Sel Surya di daerah Jeungpyeong, Kabupaten Eumseong, dan Kota Chungju.

Dukungan pemerintah seperti tadi penting bagi industri swasta Korsel yang sudah berinvestasi banyak di bidang sel surya. LG, misalnya, sudah berinvestasi puluhan triliunan rupiah di provinsi Gyeongsangbuk-do demi bisa membangun instalasi industri baterai mereka di daerah Chungcheongbuk-do. Teknologi baterai dan sel surya berjalan saling bergantung.

Samsung, salah satu perusahaan kondang Korsel yang tengah mengembangkan telefon genggam bertenaga surya, secara terbuka mengumandangkan visi mereka menjadi papan atas industri sel surya. Tanpa dukungan pemerintah, pengembang Korsel tak akan berhasil mengalahkan tekanan dari Jepang dan Eropah yang sudah terlebih dulu menggeser industri sel surya Amerika Serikat -- kekalahan ini diakui Presiden Barack pada akhir Mei 2010 lalu.

Memang, Korea Selatan sejak lama berambisi menguasai industri. Lihat saja POSCO,  pabrik baja Korea Selatan terbesar kedua di dunia, biarpun sebetulnya mereka tak punya tambang besi samasekali.

Minggu lalu, media melaporkan pertemuan Wapres Boediono dengan Presiden Clinton untuk membicarakan industri hijau, menambah daftar catatan minat pimpinan kedua tertinggi negara ini terhadap teknologi ramah lingkungan. Seperti di Korsel, geliat industri hijau yang sangat sarat inovasi  memang patut mendapat perhatian khusus dari seluruh lapisan pemerintah demi membantu hidupnya gairah litbang, perguruan tinggi, dan swasta memajukan sektor ekonomi ramah lingkungan ini. :?)