Saturday, October 9, 2010

Peneliti Vulkanologi, Pahlawan Berani


Video di atas adalah rekaman sebuah tim peneliti vulkanologi, yang mentransmisikan gambar ini secara langsung lewat telephon genggam pada 20 September 2010



Kita memiliki 400 gunung berapi yang masih aktif, bisa meledakkan lava sewaktu-waktu. Letusan Gunung Sinabung pada akhir Agustus 2010 lalu, mengkhawatirkan masyarakat internasional karena posisinya sangat dekat dengan Gunung Sibayak yang juga masih aktif, hanya sejauh 5 kilometer.

CC, Di Puncak Merapi
(Klik foto untuk melihat video
pandangan 360 derajat di puncak Merapi)
Sampai saat ini belum ada cara akurat untuk meramal bencana vulkanologis, meskipun 20 gunung berapi di Indonesia termasuk kategori sangat aktif. Dalam sejarah bahkan diduga letusan Merapi pernah menghapus peradaban Jawa selama ratusan tahun, dengan tanda besar menenggelamkan Borobudur.

Demi memperbaiki kemampuan kita mengetahui kapan suatu letusan gunung terjadi, para ahli vulkanologi sering mengunjungi gunung berapi aktif. Mereka diakui bekerja tanpa putus, tak kenal libur atau hajatan nasional untuk menyelamatkan kita.

CC, Pliny Sang Tetua
Vulkanolog Romawi Kuno
(Klik gambar untuk melihat
informasi tentang Pliny
di Wikipedia)
Tak hanya mencari sampel dan mengamati langsung kejadian vulkanologis, ada juga yang memantau kondisi gravitasi dan geomagnetik. Sebagian bekerja di laboratorium untuk melihat kondisi kimiawi dari suatu aktivitas gunung berapi.

Seseorang bisa menjadi vulkanolog bila mau menempuh studi di bidang geologi atau geofisika. Bidang-bidang ini bisa dipelajari misalnya di Universitas Indonesia, Universitas Padjadjaran, Institut Teknologi Bandung, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, UPN Veteran Yogyakarta,Universitas Hasanuddin, Universitas Sriwijaya dan lain sebagainya.

Vulkanolog bisa bekerja di lembaga penelitian, perguruan tinggi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kementerian ESDM, dan berbagai lembaga serupa di seluruh dunia. Di Amerika Serikat, gaji seorang vulkanolog yang baru lulus perguruan tinggi mencapai sekitar Rp 356 juta/tahun, sesuai dengan rata-rata pendapatan di sana.

Tak jarang para vulkanologi dunia saling belajar dan bekerjasama, bertukar data karena memang jalur aktif vulkanik melintasi batas negara. Mereka juga membutuhkan data pencitraan jarak jauh  -- misalnya dari Lapan -- untuk memonitor area yang terkena dampak suatu letusan gunung api.

Indonesia perlu banyak vulkanolog, yang berani menantang bahaya demi menyelamatkan nyawa kita semua.

Ayo pemuda Indonesia, mau jadi peneliti vulkanologi? :?