Sunday, October 31, 2010

Science Park, Area Bisnis Inovasi Profesional

Science Park: Menyediakan sarana dan prasana untuk mengembangkan inovasi iptek



Atas:
Rekaman Suasana Zhongguancun,
Distrik Inovasi Beijing China
(2009)


Bawah:
CC, Zhongguancun
Distrik Inovasi Beijing China
(Klik foto untuk melihat tentang
Zhongguancun di Wikipedia)
Dr. I Wibowo Wibisono, pernah menulis di Kompas bahwa ilmuwan China yang telah meninggalkan negeri leluhur, mau menetap kembali di negara asalnya. Ini karena pemerintah China giat membangun science park.

Sejak meretas image negara yang serba tertutup, China memang sangat berambisi menguasai inovasi iptek. Mau bukti? Lihat saja distrik inovasi Zhongguancun yang luas di Beijing, daerah padat yang dalam 20 tahun disulap jadi teratur dan modern sehingga sekarang kerap disebut "China's Silicon Valley".

Namun, kita masih menyisakan pertanyaan apa yang Dr. I Wibowo Wibisono tadi maksudkan sebagai science park?

Dari Wikipedia, kita tahu bahwa sekumpulan science park akan membentuk suatu distrik bisnis inovasi, macam Zhongguancun tadi. Sedangkan makna science park sendiri sederhana saja: area yang menampung kegiatan riset untuk keperluan bisnis inovasi untuk melahirkan pelbagai produk baru.

Science park sangat jamak ditemui di manca negara. IASP, asosiasi science park sedunia memiliki anggota dari 70 negara dari enam benua, yang berkelompok mengerjakan lebih dari 35 bidang iptek, termasuk kelompok ilmu sosial.

Meleburkan litbang iptek dan bisnis, keberadaan science park jadi tanda bahwa masyarakat bisnis setempat punya kemampuan manajemen canggih. Pengelolanya, terutama harus mampu mengayomi agar usaha kecil dan menengah (UKM) bisa mengelola urusan bisnis-keuangan, hukum dan hak kekayaan intelektual, jasa, hingga masalah politik, dan lain sebagainya.

Hsinchu Science Park, Taiwan
Pusat inovasi
semikondutor kelas dunia,
telekomunikasi, bioteknologi,
dan optoelektronika
Volume bisnis science park memang bisa luar biasa besar. Sebut saja tiga science parks di Taiwan -- Hsinchu Science Park (lahir pada 1980), Central Taiwan Science Park (beroperasi 2006), dan Southern Taiwan Science Park (berdiri 1995). Tiga science parks tersebut baru saja mengumumkan berhasil mencetak keuntungan kombinasi sebesar lebih dari Rp. 582 triliun pada jangka Januari hingga Agustus 2010.

Ketiga science parks Taiwan tersebut membina 741 UKM, dan memperkejakan total 215,000 pegawai, menunjukkan besarnya manfaat grup ini bagi proses pembukaan lapangan kerja. IASP sendiri memperhitungkan bahwa lebih dari tiga perempat science park di dunia saat ini masih terus berkembang.

Keseriusan gaya manajemen berkesinambungan science parks yang akan menghasilkan lapangan kerja baru juga menginspirasi pemerintah Botswana di belahan Selatan benua Afrika. Menghadapi resesi ekonomi, pemerintah Botswana justru memperjuangkan untuk membangun science park senilai Rp. 599 milyar di lahan seluas 57 HA.

Pemerintah Botswana menargetkan bahwa modal negara tersebut akan memberikan dampak langsung membuka 4000 lapangan kerja baru dan mencetak lebih dari 100 perusahaan. Rencananya, mereka akan membiarkan swasta untuk menguasai secara penuh operasional science park kelak.

Thailand Science Park
Berfasilitas seperti sentra bisnis
Efek meningkatkan diversifikasi lapangan kerja, memperbanyak jenis sektor industri, dan menambah vitalitas ekonomi adalah yang menyebabkan science park menjadi ide favorit para pengambil keputusan mancanegara. Di kota Durham, Inggris, tokoh masyarakat setempat belum lama ini menyerukan agar mereka memperbanyak science park demi menghindarkan diri dari kenyataan pahit akhirnya ilmuwan lokal lebih menyukai bekerja di luar negeri daripada di negara sendiri, persis seperti hasil pengamatan Dr. I Wibowo Wibisono di atas.

Tentu kita tak bisa menganggap bahwa para manajer science park hanya akan membangun infrastruktur laboratorium atau sekedar sarana khas litbang. Karena suatu science park memiliki tujuan bisnis, maka area tersebut sangat lumrah untuk memiliki prasarana premium, seperti bank, area rekreasi dan olahraga, kantin, atau sarana fungsional lainnya yang mendukung atmosfir persaingan internasional.

Indonesia memiliki beberapa science parks. Kompleks paling luas adalah Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek), Serpong. Dua perguruan tinggi besar, Universitas Riau dan Universitas Indonesia, juga memiliki science park.

Science park bukan barang baru, bahkan sudah dikenal dunia sejak tahun 1950-an sebagai inovasi pembangunan untuk menjadikan inovasi iptek memiliki kadar ekonomik nyata. Di Filipina, kalangan swasta asing dan nasional membangun Science Park of the Philippines, Inc. (SPPI), yang areanya merupakan bagian zona ekonomi khusus di sana.

Jika merasa bekerja di suatu lembaga bonafide, bagaimana jika perusahaan Anda membangun suatu unit science park? Ingat, suatu perusahaan Indonesia yang tak terlibat kegiatan riset adalah tanda ia tak bisa dipercaya mampu bersaing di era modern.

:?)