Saturday, November 6, 2010

"Thankyou Water", Merek Dagang Amal Remaja

Screenshot - situs Perusahaan Thankyou Water (http://www.thankyouwater.org/)
Klik foto untuk melihat situs Thankyou Water



Liputan "Thankyou Water"
di acara Sunrise On Seven, Australia
(September 2010).

Para remaja pendiri "Thankyou Water"
sama sekali tak mengambil keuntungan
dari penjualan air kemasan ini.
Ketika wartawan bertanya apakah Daniel Flynn pernah bermimpi bahwa hasil kerjanya sampai menyentuh jutaan orang, ia menjawab, "ya". Impian Flynn bukan perkara sembarangan, ia ingin mengajak warga Australia ikut membantu masyarakat di berbagai negara berkembang memiliki sumber air minum bersih.

Daniel Flynn bersama keempat rekannya Morgan Ranieri, Justine Hart, Jarryd Burns, dan Nicolette Beets mendirikan Thankyou Water, perusahaan air kemasan, yang 100% keuntungannya diberikan untuk membantu masyarakat di negara berkembang memiliki sumber air higienis. Sekawanan itu masih berusia remaja, dan tinggal di wilayah Victoria, Australia.

Pemerintah Australia terkenal dalam upaya memberikan yang terbaik demi seluruh masyarakat bebas dari masalah air higienis, hingga air ledeng (tap water) di sana bisa langsung diminum. Meskipun warga senantiasa turut mengawasi kualitas air ledeng, namun permintaan air kemasan di Australia tetap tinggi -- misalnya untuk keperluan restoran atau konsumsi lainnya.

Awalnya, kelima sekawan itu samasekali tak tahu bagaimana bisnis air kemasan bekerja. Kemudian mereka mencari banyak mentor bisnis, dan bertanya kepada banyak tokoh yang telah berhasil berkecimpung di industri air premium.

Setelah cukup punya pengetahuan,  dengan dukungan penasihat bisnis Bentleys Australia, kelima remaja ini pun mulai mendatangi langsung industri-industri besar air kemasan setempat. Tujuannya, mendapatkan donasi air botolan yang bisa dijual kembali.

Pentingnya Merek

Perhatikan, bila suatu botol air
tak diberikan merek
"Thankyou Water", maka ia tak
memiliki makna apapun.

(Kredit foto: kanan Todd Morris,
kiri Sunny Phlong)
Air botolan ini kemudian diberi merek "Thankyou Water". Merek ini memberi tanda kenal bagi masyarakat bahwa air kemasan tersebut dijual untuk keperluan amal dan menyebarkan pesan kemanusiaan.

Ada belasan perusahaan turut membantu membesarkan merek Thankyou Water. Mulai dari urusan desain dan percetakkan, pembuatan situs internet, distribusi, suplai botol daur ulang, sampai ke masalah pengisian air itu sendiri, dan kepentingan lainnya.

Dari sisi penyediaan modal, boleh dibilang, para remaja Thankyou Water hanya memberikan sumbangan ide. Seluruh semangat dan konsep ide kemanusiaan terekam dalam citra merek "Thankyou Water".

Banyak orang tak mengerti pentingnya merek. Padahal, tanpa merek Thankyou Water, konsumen akan lebih memilih berbagai produk air kemasan ternama yang saling bersaing menawarkan macam-macam keunggulan masing-masing.

Di Indonesia, suatu merek dagang dapat dilindungi negara, tepatnya melalui Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (Dirjen HKI). Setiap orang dapat mendaftarkan merek dagangnya, untuk mencegah pihak lain mencuri dan merusak citra produksi miliknya.

Dirjen HKI mengelola lebih dari 32 ribu permohonan pendaftaran baru bermacam merek, sepanjang Januari hingga Agustus 2010. Bila disetujui, Dirjen HKI akan mengumumkan merek tersebut sebagai milik eksklusif suatu badan usaha, yang tak dapat dipergunakan pihak lain.

Dengan memperhatikan cara mengelola merek, para pengusaha bisa mengelola reputasi dan ide produksinya. Dan belajar dari kelima remaja pengelola Thankyou Water ini, kita bisa tahu bahwa bahkan pengusaha yang berorientasi amal pun bisa mendapat kepercayaan dari mitra bisnis dan masyarakat luas.

Sudahkan Anda mengelola merek dagang Anda?





Thankyou Water Dari Stephen Johnson.

Wawancara dengan Daniel Flynn (tengah), Jarryd Burns (kanan), pendiri Thankyou Water

Kedua pendiri Thankyou Water ini bermimpi bisa membantu warga dua anak di seluruh dunia yang kehidupannya terancam karena tak memiliki akses ke air bersih. Demi mengetahui bahwa setiap tahunnya warga Australia menghabiskan sekitar Rp. 5 trilliun pertahun untuk membeli air kemasan, mereka melihat kesempatan menggunakan tingginya permintaan bagi komoditas tersebut dalam suatu sistem amal.

Flynn dan Burns bersama teman-temannya menciptakan bisnis nirlaba, menjual air kemasan bermerek Thankyou Water. Air "Thankyou Water" kini sudah dijual di ratusan gerai makanan di seluruh Australia, yang seluruh keuntungannya dikerahkan untuk membantu pembangunan infrastruktur air bersih di negara berkembang.

Merek ciptaan Flynn, Burns, dan kawan-kawan telah menggerakkan industri air botol turut membantu masyarakat bisa beramal.


:?)